PERANAN IDEAL SEORANG IBU

BACA JUGA :



Sekian dekade telah berlalu, sejak dicanangkannya tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu, dan mungkin akan berlanjut tahun demi tahun ke depan. Lakon utamnya tetaplah seorang ibu. Sosok yang senantiasa kita banggakan, dan kita harapkan. Membicarakan seorang ibu, tak lepas perannya dalam keluarga, karena ialah sosok vital yang bisa dibilang sangat mewarnai kehidupan suatu keluarga, yang tentunya berimbas pada kondisi suatu masyarakat. Mengapa demikian ? Mari kita coba mengurai peran dan kedudukan “ sosok istimewa” ini dari beberapa angle( sudut pandang ).


Kedudukan Seorang Ibu
            Dalam pandangan Islam, seorang ibu ( baca : wanita ) mendapat tempat yang istimewa. Banyak literature sebagai referensi yang mengokohkan hal ini. Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Al Jannatu tahta aqdamil Ummahat “( Syurga itu terletak di bawah kaki ibu ). Interpretasi metaforis yang mengabarkan kepada kita betapa tingginya kedudukan seorang ibu. Atau ketika ditanya oleh para sahabatnya, siapa yang paling patut dihormati, Nabi menjawab, “ Ummuka “ (ibumu) dan jawaban ini diulang sampai tiga kali. Baru yang keempat kalinya, “ Abuka“ ( bapakmu).
            Begitu penting kedudukan seorang ibu. Di mata anak-anaknya, ia sosok yang ( seharusnya ) menjadi tempat berlabuh segala keluhan, kesedihan, dan juga kebahagiaan mereka. Ia ( seharusnya ) menjadi contoh kelembutan, kearifan, sekaligus ketegaran bagi keluarganya. Di mata suaminya, ia adalah tempat bertukar pendapat ( sharing ) sekaligus motivator bagi karir sosial dan pembentukan kepribadiannya. Dan sejarah telah membuktikannya. Ketika di awal perkembangan Islam, Nabi Muhammad SAW saat mendapat tantangan hebat dari kaum musyrikin. Namun istrinya, Siti Khadijah, tampil sebagai motivator bagi dakwah Nabi. Beliau setia mendampinginya, sehingga Nabi sukses dalam mensyi’arkan agama islam. Di negeri sendiri, siapa yang tak kenal Bung Karno. Kesuksesan “ putra sang fajar “ ini tak lepas dari peran ibunda Fatmawati. Bila dirunut lebih jauh lagi, masih banyak lagi catatan sejarah tentang peran signifikan seorang ibu ( istri ) bagi suaminya.

Peranan Ibu dalam Mendidik Anak
            Lingkungan keluarga adalah sebuah sekolah. Seorang ibu harus menjadi tokoh utama dalam pekerjaan mendidik anak-anaknya. Teristimewa ketika masih kecil. Maka seorang ibu haruslah senantiasa menjadi pendidik dan teman mereka yang baik pula. Seorang penulis terkenal, E.G White, pernah menulis dalam sebuah bukunya, “ Rumah tangga adalah sekolah yang pertama”. Di sini ibu-bapaknya sebagai guru-gurunya, maka anak itu harus belajar segala pelajaran hidup tentang penghormatan, penurutan, pengendalian diri, dan kejujuran. Ini adalah mata pelajaran dasar yang perlu diajarkan seorang ibu di dalam rumah tangga.
            Jikalau seorang ibu sudah mendidik anak-anaknya tentang bagaimana menghormati, menurut, mengendalikan diri, dan mempunyai tabiat yang jujur, berarti seorang ibu sudah mempersiapkan anak-anaknya yang tangguh dan berkepribadian yang tuus ikhlas, berpendidikan yang luhur dan siap bergaul dalam masyarakat. ( Henry Siahaan : 1986 )
            Kondisi ideal ini yang akan tercipta, bila generasi muda dalam rumah tangga terdidik secara benar, keimanannya kokoh, dan berakhlak mulia, maka kondisi masyarakatpun akan demikian. Dan hal ini tak lepas dari peran sentral seorang ibu.

Refleksi
            Ibu begitu berharga bagi keluarga dan masyarakat. Kedudukan dan peranannya sangat vital dalam proses pembentukan generasi bangsa, yang terlahir dalam sebuah keluarga. Sentuhan kelembutan dan kearifannya menjadi tauladan dan inspirasi bagi keluarganya. Walaupun dalam tatanan realita, sering terdengar hal sebaliknya. Ibu menjadi momok menakutkan bagi anak-anaknya, karena perlakuan dan sikap kasarnya terhadap mereka. Namun hal demikian menjadi semacam “PR” bagi semua pihak untuk meminimalisasi kondisi kontradiktif tersebut.
            Peranan ideal seorang ibu seperti dipaparkan di atas mungkin akan terjadi. Berbagai upaya mutlak kita lakukan, terutama kesadaran ibu itu sendiri. Salah satunya, peringatan hari Ibu. Sebuah momentum restrukturisasi pemahaman dan pemaknaan terhadap sosok vital seorang ibu, sehingga ( diharapkan ) terciptanya keluarga yang “ sakinah“ dan masyarakat yang “ mawaddah”. Insya Allah !
Selamat Hari Ibu !
Termasuk Kategori : Dunia Akhwat
0 Komentar untuk "PERANAN IDEAL SEORANG IBU"

Back To Top