Guru dan Facebook : Tidak Sekedar Narsis tapi Eksis

BACA JUGA :

 Jumlah guru di Indonesia mungkin jutaan ataupun mungkin puluhan juta orang. Dari jumlah sekian itu, sekian persennya adalah pemilik akun Facebook.
Beragam alasan tentunya, tapi kalau iseng menyurvei, mungkin alasan guru ber-Facebook ria bisa disimpulkan salah satu alasan :



“ Guru juga manusia, ingin eksis di dunia maya, bisa berteman dengan banyak orang, bisa curhat, bisa sharing, atau mungkin sekedar ngobrol ( chat) dengan teman. Itu manusiawi, bahkan sangat manusiawi.”
Hanya persoalannya adalah :
Guru adalah pendidik di dunia nyata. Bisakah juga guru menjadi pendidik di dunia maya ? Jawabannya : BISA ( bahkan harus ! )
Aktivitas guru di Facebook tentunya diharapkan dalam kerangka dua tujuan ; SILATURAHMI dan EDUKASI. Facebook notabene adalah jaringan pertemanan sosial ( social networking ). Semakin banyak teman yang dimiliki, semakin lebar jaringan pertemanan yang didapatkan. Ini adalah silaturahmi di dunia maya.
Kerangka tujuan ideal kedua, adalah edukasi. Bila jaringan pertemanan banyak, sebagai guru, tentunya ini adalah peluang emas untuk menyebarkan opini, ide, motivasi, atau apapun menyangkut kependidikan. Bila ini dilakukan, insya Allah sedikit demi sedikit “ Facebook” kita akan dipenuhi dengan rangkaian kata dan kalimat yang bermakna.
Dalam adabiyah Islam, setiap kata yang terlontar ( terucap ataupun tertulis) akan dipertanggungjawabkan di hadapan sang Maha Segala oleh penulis atau pengucapnya. Bila ucapan/tulisan penuh makna, maka insya Allah akan bernilai ibadah, begitupun sebaliknya, bila kata-kata kita terbuang percuma, tak bermakna, tak bernilai, maka akan timbul kesia-siaan. Dan sungguh itu kerugian besar bagi kita.
Sebagai guru, di Facebook, tentunya lebih bijak bila “status” kita lebih bermakna, bernilai, tak sekedar mengeluhkan sesuatu yang bersifat privacy.
Jadi, ini renungan dan harapan bagi saya sendiri khususnya yang “hidup” dalam dunia pendidikan, semoga Facebook kita menjadi lahan mendidik dan sharing sesuatu yang bermakna bagi sesama. Facebook kita tak sekedar lahan untuk “ narsis” tapi untuk “eksis”. Insya Allah !
Termasuk Kategori : internet, Motivasi
0 Komentar untuk "Guru dan Facebook : Tidak Sekedar Narsis tapi Eksis"

Back To Top