Mengenal Belajar Tuntas ( Mastery learning )

BACA JUGA :

Belajar tuntas ( mastery learning ) berasumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peserta didik mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh materi yang dipelajari.



Agar semua peserta didik memperoleh hasil belajar secara maksimal, pembelajaran harus dilaksanakan dengan sistematis. Kesistematisan akan tercermin dari strategi pembelajarn yang dilaksanakan, terutama dalam mengorganisir tujuan dan bahan belajar, melaksanakan evaluasi dan memberikan bimbingan terhadap peserta didik yang gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam Belajar tuntas ( mastery learning ), tujuan pembelajaran diorganisir secara spesifik untuk memudahkan pengecekan hasil belajar, bahan perlu dijabarkan menjadi satuan-satuan belajar tertentu, dan penguasaan bahan yang lengkap untuk semua tujuan setiap satuan belajar dituntut dari peserta didik sebelum proses belajar melangkah pada tahap berikutnya.
Strategi Belajar tuntas ( mastery learning ) dapat dibedakan dari pengajaran non belajar tuntas dalam hal berikut :
1.   Pelaksanaan tes secara teratur untuk memperoleh balikan terhadaap bahan yang diajarkan sebagai alat untuk mendiagnosa kemajuan ( diagnostic pogress test );
2.   Peserta didi baru dapat melangkah pada pelajaran berikutnya setelah ia benar-benar menguasai bahan pelajaran sebelumnya sesuai patokan yang ditentukan;
3.   Pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik yang gagal mencapai taraf penguasaan penuh, melalui pengajaran remedian ( pengajaran korektif ).
Strategi Belajar tuntas ( mastery learning ) dikembangkan oleh Bloom, meliputi tiga bagian yaitu :
1.   Mengidentifikasi pra-kondisi
2.   Mengembangkan prosedur operasional dan hasil belajar, dan
3.   Implementasi dalam pembelajaran klasikal dengan memberikan “ bumbu” berupa corrective technique untuk menyesuaikan dengan kemampuan individual.
Demikian posting mengenai Belajar tuntas ( mastery learning ).  Artikel ini diinspirasi dari tulisan dalam modul PLPG UIN SGD Bandung tahun 2012. Semoga menjadi tambahan wawasan bagi bapak ibu guru dalam memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya. Go Pendidikan Indonesia !


Mengenal Belajar Tuntas ( Mastery learning )
Belajar tuntas ( mastery learning ) berasumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peserta didik mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh materi yang dipelajari.
Agar semua peserta didik memperoleh hasil belajar secara maksimal, pembelajaran harus dilaksanakan dengan sistematis. Kesistematisan akan tercermin dari strategi pembelajarn yang dilaksanakan, terutama dalam mengorganisir tujuan dan bahan belajar, melaksanakan evaluasi dan memberikan bimbingan terhadap peserta didik yang gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam Belajar tuntas ( mastery learning ), tujuan pembelajaran diorganisir secara spesifik untuk memudahkan pengecekan hasil belajar, bahan perlu dijabarkan menjadi satuan-satuan belajar tertentu, dan penguasaan bahan yang lengkap untuk semua tujuan setiap satuan belajar dituntut dari peserta didik sebelum proses belajar melangkah pada tahap berikutnya.
Strategi Belajar tuntas ( mastery learning ) dapat dibedakan dari pengajaran non belajar tuntas dalam hal berikut :
1.   Pelaksanaan tes secara teratur untuk memperoleh balikan terhadaap bahan yang diajarkan sebagai alat untuk mendiagnosa kemajuan ( diagnostic pogress test );
2.   Peserta didi baru dapat melangkah pada pelajaran berikutnya setelah ia benar-benar menguasai bahan pelajaran sebelumnya sesuai patokan yang ditentukan;
3.   Pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik yang gagal mencapai taraf penguasaan penuh, melalui pengajaran remedian ( pengajaran korektif ).
Strategi Belajar tuntas ( mastery learning ) dikembangkan oleh Bloom, meliputi tiga bagian yaitu :
1.   Mengidentifikasi pra-kondisi
2.   Mengembangkan prosedur operasional dan hasil belajar, dan
3.   Implementasi dalam pembelajaran klasikal dengan memberikan “ bumbu” berupa corrective technique untuk menyesuaikan dengan kemampuan individual.
Demikian posting mengenai Belajar tuntas ( mastery learning ).  Artikel ini diinspirasi dari tulisan dalam modul PLPG UIN SGD Bandung tahun 2012. Semoga menjadi tambahan wawasan bagi bapak ibu guru dalam memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya. Go Pendidikan Indonesia !










Termasuk Kategori : Dunia Mengajar
0 Komentar untuk "Mengenal Belajar Tuntas ( Mastery learning )"

Back To Top