Sejarah Tahun Baru 1 Januari

BACA JUGA :

Perayaan tahun baru 1 Januari menjadi rutinitas masyarakat di seluruh dunia, bahkan di negeri-negeri muslim. Hingar bingar menyambut tahun baru dengan terompet, petasan, kembang api, konvoi, pemandangan yang “ lazim” kita saksikan. Namun, sebagai muslim, perlulah kiranya kita menelisik sejarah tahun baru 1 Januari. Tak ada maksud lain, hanya kehati-hatian. Mengingat ada sabda nabi, Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” ( Hadits Riwayat Abu Dawud).
Pertanyaannya, bagaimana sejarah tahun baru 1 Januari, dan berasal dari budaya mana perayaannya ?

 
Postingan kali ini saya akan membahas Sejarah Tahun Baru 1 Januari. Tulisan ini diadopsi dari tulisan pakar Kristologi, Ibu Hj. Irena Handono (pendiri Irena Center) pada Tabloid Media Umat.
Sejarah Tahun Baru 1 Januari
Jika kita buka The World Book Encyclopedia tahun 1984, volume 14, halaman 237 tentang Tahun Baru, dikatakan:
“ Penguasa Romawi, Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke-46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini ( 1 Januari ) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan ( waktu ). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah, sebuah wajah menghadap ke ( masa) depan dan sebuahnya lagi mengahadp ke ( masa ) lalu.”
Siapa sosok dewa Janus ? Dalam mitologi Romawi dewa Janus adalah sesembahan kaum Pagan Romawi, dan pada peradaban sebelumnya di Yunani telah disembah sosok yang sama yang bernama Dewa Chronos. Kaum Pagan, atau dalam bahasa Islam disebut kaum kafir penyembah berhala, hingga kini biasa memasukkan budaya mereka ke dalam budaya kaum lainnya, sehingga terkadang tanpa sadar kita mengikutinya.
Sejarah pelestarian budaya Pagan ( penyembah berhala) sudah ada semenjak jaman Hermaic ( 3600 SM) di Yunani, dan dikawal oleh sebuah persaudaraan rahasia yang disebut sebagai Freemasons. Freemasons sendiri adalah kaum yang memiliki misi untuk melenyapkan ajaran para nabi dari dunia ini.
Bulan Januari ( bulannya Janus ) ditetapkan setelah Desember dikarenakan Desember adalah pusat Winter Soltice, yaitu hari-hari kaum Pagan merayakan ritual mereka saat musim dingin. Puncak Winter Soltice jatuh pada tangga 25 Desember, dan inilah salah satu dari sekian banyak pengaruh Pagan pada budaya Kristen selain penggunaan lambang salib.
Kaum Pagan sendiri biasa merayakan tahun baru mereka ( atau hari janus ) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, dan bernyanyi bersama. Kaum Pagan di beberapa tempat di Eropa juga menandainya dengan memukul lonceng atau meniup terompet. Dan ternyata, sebagian dari kita persis melakukan hal yang sama dengan kaum mereka dalam menyambut dan merayakan tahun baru 1 Januari. Jadi, berhati-hatilah dengan sabda nabi di atas !
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga akidah kita !



Termasuk Kategori : Ensiklopedia Islam, Sejarah
0 Komentar untuk "Sejarah Tahun Baru 1 Januari"

Back To Top