Upaya Melestarikan Bahasa Ibu

BACA JUGA :

UPAYA MELESTARIKAN BAHASA IBU : BAHASA SUNDA

Dalam Ensiklopedia Sastra Indonesia ( Hasanudinet.al.,2004:109) dijelaskan, bahasa ibu ( mother tongue ) adalah bahasa yang pertama sekali dikuasai dan digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan lingkungannya.
Bahasa Ibu, sebagai bahasa pada umumnya, memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional.  Badan dunia, UNESCO, menetapkan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu yang diperingati di seluruh dunia.

 
Nasib Bahasa Sunda, Salah satu Bahasa Ibu di Jawa Barat
Bahasa Sunda, menurut catatan UNESCO, menduduki urutan 33 dunia dari sekitar 300-an bahasa ibu di dunia, memiliki problem yang sama dengan bahasa lainnya, yakni ancaman kepunahan. Ibarat makhluk hidup,bahasa memang mengikuti siklus kehidupan: lahir, tumbuh, dan mati. Tiap bahasa bersaing, saling menguasai dan menaklukan. Bila suatu bahasa mati, berarti ratusan ribu tahun pengalaman akan terkubur bersamanya.
Kecemasan itu diperkuat dengan prediksi para pakar linguistik. Satu abad mendatang, dari 6000 bahasa yang ada di dunia, 50 persennya akan punah. Di Indonesia, terdapat 731 bahasa, proses kepunahannya pun terus berlangsung sampai hari ini, di antaranya adalah bahasa daerah. Salah satu penyebabnya, bahasa daerahnya hanya digunakan oleh kurang dari 2500 penuturnya. Menurut UNESCO, diperlukan setidaknya 100.000 penutur agar sebuah bahasa bisa terus bertahan hidup.
Menurut Weinreich ( 1968), persaingan terjadi antara bahasa ibu ( daerah ), bahasa nasional, dan bahasa asing.
Di balik kecemasan akan nasib Bahasa Sunda khususnya,  ada hal yang menggembirakan, yakni ada berbagai upaya sistematis dari pemerintah Jawa Barat dan kalangan lainnya untuk melestarikan Bahasa Sunda. Beberapa di antaranya, adanya “ Penghargaan” ( award) seperti Penghargaan Sastra Rancage oleh Ajip Rosidi, Penghargaan Seni dan Kebudayaan Sunda oleh pemprov Jabar. Publikasi media cetak seperti Mangle, Cupu Manik, Giwangkara, Sunda Midang dll. Media televisi juga mendukung dalam melestarikan Bahasa Sunda, seperti TVRI Jabar, STV, Bandung TV, PJTV, TV Cianjur, dll.
Upaya Pelestarian Bahasa Ibu Bahasa Sunda
Ada beberapa upaya untuk melestarikan bahasa ibu Bahasa Sunda, di antaranya :
·         Melakukan gerakan penyadaran individu dan sosial terhadap semua elit Sunda ( formal-informal) dan generasi muda untuk “ ngamumule” Bahasa Sunda; dimulai dari keluarga;
·         Pengoftimalan penerbitan media bahasa Sunda, baik cetak, elektronik, maupun online;
·         Mempertahankan masuknya Bahasa Sunda dalam kurikulum, mengingat ada wacana kurikulum 2013 tidak memuat Bahasa Sunda;
·         Keteladanan sosial perilaku elit masyarakat menjadi suatu keharusan, karena tatakrama ala Sunda sudah mulai luntur;
·         Merevitalisasi pembelajaran bahasa Sunda di sekolah, bukan hanya penekanan pada pengetahuan, namun penggunaan bahasa;
·         Peran besar perguruan tinggi sebagai “ think tank” bagi pengembangan bahasa sunda.
Demikian posting ini, semoga Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu kebanggaan masyarakat Jawa Barat, tetap langgeng dan berkembang sesuai kemajuan jaman, “ ngindung ka waktu ngabapa ka jaman”.

( diinspirasi dengan penyesuaian seperlunya dari tulisan Sdr. Kartina, di Majalah Suara Daerah )

Termasuk Kategori : Budaya Sunda
0 Komentar untuk "Upaya Melestarikan Bahasa Ibu"

Back To Top