Hidup = Kebebasan Memilih

BACA JUGA :


Bila kita tidak menggunakan kebebasan untuk memilih, maka keadaan tetap tidak akan berubah. Pilihlah jalan hidup yang memberikan arti pada hidup kita.

Seorang tukang kayu tua berniat pensiun dari pekerjaannya. Ia merasa lelah, ingin istirahat menikmati masa tua bersama keluarga. Hal trsebut ia sampaikan kepada pemilik perusahaan. Sang majikan sedih lantaran bakal kehilangan karyawan terbaiknya. “ Sebelum berhenti, maukah kau membuatkan rumah bagiku” pintanya.



Meski terpaksa, tukang kayu mengangguk setuju. Tapi kemampuannya tidak benar-benar ia curahkan. Ogah-ogahan ia mengerjakan proyek tersebut, bahan-bahan yang digunakan pun Cuma sekedarnya. Akhirnya rumah tersebut selesai, namun bukan rumah yang bagus. Sayangnya karirnya diakhiri dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Ketika sang bos datang ke rumah itu, ia menyerahkan kunci padanya.  Ini adalah rumahmu.” Katanya, “ hadiah dariku”.

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Malu dan sesal berbaur menjadi satu. Bila tahu rumah itu untuknya, tentu saja ia akan membuatnya sepenuh hati. Kini ia harus tinggal di rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Membangun” Rumah” sendiri

Salah satu anugerah Allah, tapi jarang digunakan, adalah kebebasan untuk memilih bagaimana sikap kita terhadap suatu keadaan. Setiap orang, sejak pagi hingga malam hari, memilih apa yang akan diperbuatnya. Misalnya bangun tidur, mau sarapan dulu atau langsung mandi. Pakai baju warna apa, lalu mau pergi ke mana. Semua dilakukan berdasarkan pilihannya sendiri.

Kisah si tukang kayu sering terjadi pada kehidupan kita. Banyak orang membangun kehidupan dengan berusaha ala kadarnya. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup, sering tidak mengupayakan kemampuan terbaik. Pada akhir perjalanan, kita menyesal saat menemukan diri hidup di dalam sebuah “ rumah” yang kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula, tentu kita akan menempuh hidup dengan cara yang jauh berbeda. Oleh karena itu, tentukanlah pilihan atas apa yang akan kita jalankan. Memang akan banyak tantangan yang datang, tapi semuanya kembali ke diri masing-masing. Apakah kita akan tetap hidup begitu-begitu saja atau memang kita ingin melakukan suatu perubahan dalam hidup.

Anggaplah diri kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari selesaikan rumah kita  dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali dalam seumur hidup.

Biarpun hanya hidup dalam satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas hidup penuh keagungan dan kejayaan. Sebab, hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hidup adalah “ proyek” yang kita kerjakan sendiri, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

Referensi : Majalah Berwirausaha


Termasuk Kategori : Menata Hati, Motivasi
0 Komentar untuk "Hidup = Kebebasan Memilih"

Back To Top