Kumpulan Puisi Tentang Ibu

BACA JUGA :

baleatikan,puisi ibuSenyuman Seorang Ibu
Puisi Soprayanti ( Mahasiswa Unsur Cianjur )

Ketika...
Keindahan matahari bersinar di pagi hari
Ketika...
Keindahan bulan bersinar di kala datangnya purnama
Ketika...
Keindahan bintang bersinar di kala saat berkelap-kelip
Ketika...
Keindahan suasana hidup di kala terpencar sebuah senyuman
Yaitu sebuah senyuman...
Seorang yang berjuang tanpa ada keluh
Seorang yang berkorban tanpa ada pamrih
Meski tubuhnya terasa letih
Meski matanya terasa perih
Namun, dia tetap gigih
Ibu...Kau adalah pahlawanku
Ibu...Kau adalah semangat hidupku
Ibu...Kau adalah motivasi untukku
Ibu...Kau adalah inspirasi bagiku

Kecantikanmu tak pernah hilang
Selalu terpijar senyuman nan indah di wajahmu
Keikhlasanmu tak pernah buntu
Selalu sabar saat merawatku di setiap helai waktumu.
Meski, rasa lelah menggores di wajah ayumu
Namun, kau selalu mengurai senyummu
Ibu...maafkan aku yang selalu membuatmu  bersedih
Ibu...maafkan aku yang selalu membuatmu marah
Ibu...maafkan aku yang selalu membuatmu kesal
Ibu...maafkan aku yang selalu membuatmu kecewa

Aku belum mampu membuatmu bahagia
Aku belum mampu membuatmu tertawa
Aku belum mampu membuatmu bangga
Aku belum mampu membuatmu gembira


Selembar Puisi Untukmu Ibu

Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua bidadari kecilmu…

Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu

Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu… kau berlian dihati kami

Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malammu

Ibu…
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami

Ibu…
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.

TANGISAN MATA BUNDA
Puisi Monika Sebentina

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu 
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu 
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku


Surat Cinta untuk Ummi

Puisi Setia Furqon Kholid ( Motivator)
Ibu, saat semua orang tak mempercayai diriku

kau yang pertama kali meyakinkan diriku bahwa kubisa


Saat kuterpuruk dengan kesalahan dan kegagalan

kau yang selalu menyemangati dan memotivasi diriku


Umi,

Saat kuterbaring lemas dalam kesakitan

kau yang mengobati dan menjagaku siang malam


Saat ku kedinginan dan ketakutan dalam gelapnya malam

kau yang menyelimutiku dengan belaian sayangmu

lalu kau bercerita indah sampai ku tertidur di pangkuanmu


Kini,

Saat kuberanjak dewasa

berapa sering kutolak permintaanmu

walau hanya sekadar membelikan sesuatu di warung

walau hanya sekedar memijit kakimu yang lelah seharian dengan pekerjaan rumah yang tiada habisnya


Saat kuberikan beberapa rupiah untukmu

serasa berjasa dan sudah menjadi anak soleh

padahal 23 tahun lamanya kau beriku makan

kau beriku pakaian, kau antarku sekolah, bahkan tak lupa kau beriku mainan


Sahabatku,

Berapa sering ayah dan ibu memberi hadiah saat kita milad dan mendapatkan prestasi,

namun sudah berapa kali kita memberi hadiah pada ibu?

Bahkan pada moment bahagianya, masih ingatkah kita?

Untuk hanya sekadar mengucapkan selamat dan melantunkan do'a-do'a cinta

Untuk sekadar mencium tangannya yang mulai keriput, atau bersimpuh di kakinya yang suci


Sahabat,

Berapa usia ibu kita?

Kapan kita mau menghajikannya?

Kapan kita mau membuatkan rumah yang layak untuknya?

Kapan kita mau jadi anak soleh yang senantiasa mendoakannya?


Jangan sampai kita menyesal,

saat semuanya kita miliki

tak ada ibu yang bisa mengecap kesuksesan dan keberhasilan dirimu


ah..

Ibu yang ikhlas itu tidak menuntut apa-apa

hanya ingin kita jadi anak soleh yang mendoakan dirinya


di hari Ibu yang indah ini,

mari peluk ibumu, doakan ia

yang jauh, teleponlah ibumu

mohonkan maaf dan doakan dirinya

yang telah berjasa membuatmu hadir di dunia dan seperti yang hari ini




Termasuk Kategori : Dunia Akhwat
0 Komentar untuk "Kumpulan Puisi Tentang Ibu"

Back To Top