Fenomena Carmuk ( Cari Muka )

BACA JUGA :

Profesi manusia berbeda-beda. Semua memerankan lakon kehidupan masing-masing. Petani, dengan segala dayanya berjuang maksimal menjadi petani produktif. Dokter berusaha bekerja profesional dalam pekerjaannya. Ustadz, berjuang mendidik santri-santrinya untuk menjadi “ pewaris ilmu nabi”. Dan semuanya bekerja untuk diri dan sesamanya.

Dan takdir Allah, saya menjadi seorang guru. Niatan, insya Allah bekerja profesional di bidang profesi yang saya geluti. Saya terus membaca tentang 4 kompetensi ( 5 kompetensi versi Kemenag ) yang harus dimiliki seorang guru. Saya baca juga peraturan-peraturan tentang pendidikan, hak dan kewajiban guru. Semuanya diresapi dan difahami untuk selanjutnya menjadi haluan dan pedoman bagi kinerja.

Tapi anehnya, ada saja yang mencari peran tambahan, peran menjadi seorang “carmuk” ( cari muka ). Ia kerahkan segala daya, bukan untuk menjadi seorang profesional, namun upaya agar di hadapan “ bos”, “manajer”, “kepala”, “ atasan”, atau “ kepala sekolah”, dirinya dipandang baik dan menjadi “ the most usefull”, padahal kinerjanya berantakan, telat datang, dan berleha-leha. Bagi saya itu sangat tidak logis.
Yang paling logis menurut saya dan juga anda, untuk menjadi seorang yang “ usefull” dan profesional hanya dengan cara, bekerja sesuai aturan, tunaikan kewajiban semaksimal mungkin, dan selebihnya serahkan kepada Allah. Insya Allah menjadi profesional sesungguhnya, tanpa harus “ Carmuk”.


Semoga bermanfaat !

Sumber gambarsoulzhealer.blogspot.com
Termasuk Kategori : Dunia Mengajar, Menata Hati, Motivasi
0 Komentar untuk "Fenomena Carmuk ( Cari Muka )"

Back To Top