Tips Menjadi Ibu Sumber Ilmu

BACA JUGA :



Waktu kecil dulu, saya sangat suka dengan sinetron, "Keluarga Cemara" yang ditayangkan TVRI. Dan sampai hari ini, masih terngiang satu kalimat dalam tayangan tersebut, " Harta yang paling berharga adalah KELUARGA". Ya benar, dan semua itu tidak terlepas dari peran seorang ibu. Kali ini, sebagai upaya penghargaan kepada kaum akhwat, Kang Deni mengangkat tema " Menjadi Ibu Sumber Ilmu". Tulisan ini diinspirasi dari tulisan Akhwat Kholda di Media Umat. Selamat membaca !

Seorang balita bertanya,” Bu kenapa sih nggak boleh main pisau?”Ibunya menjawab sekenanya:”Pokoknya bahaya, nanti berdarah!” Sang anak terlihat cemberut, tak puas dengan jawaban ibu.
Anaknya yang lain, yang sudah kelas 5 SD bertanya,” Bu, bahasa Inggrisnya pelangi apa ya?” “ Halah, cari saja di kamus, ibu kan gak belajar bahasa Inggris” tukas ibu sambil meneruskan kegiatan memasaknya. Adinda diam tak bertanya lagi.

Sekelumit contoh di atas harusnya membuat kita sadar, bahwa bagi anak, peran ibu adalah segalanya. Di mata anak, ibu dianggap serba tahu. Ibu pasti bias menjawab semua rasa penasaran anak.
Sayangnya, justru peran ibu sebagai sumber ilmu ini banyak terabaikan. Ini karena banyak yang menganggap perna ibu itu sepele, mudah dan bias dilakukan perempuan mana saja. Apalagi mengingat peran ibu itu dikatakan fitrah, pasti nanti juga bias menjalankannya. Mengalir seperti air.

Tentu saja kalau sekedar menjadi ibu yang melahirkan, membuat anak besar, dan setelh itu silakan anak berdikari, mungkin alamiah. Tapi menjadi ibu yang ideal yang mampu melahirkan generasi hebat, tentu bukan perkara mudah. Ibu adalah profesi multifungsi yang membutuhkan multitalenta.

Karena itu ada beberapa aktivitas yang harus dilakukan sang ibu selain menjalankan tugas-tugas kerumahtanggaan sehari-hari. Beberapa langkah untuk mencapai sebutan ibu sumber ilmu, antara lain :


1.      Menuntut Ilmu Islam

Mempelajari agama berlaku sepanjang hayat. Tak ada kata berhenti, mengingat tantangan berupa penggerusan nilai-nilai agama dari ideology lain demikian derasnya. Ibu harus membandingkan nilai-nilai Islam dan bukan, sehingga bias memahamkan pada anak.


2.      Belajar Ilmu Parenting

Mempelajari teknik-teknik mengasuh dan mendidik anak tidak ada habisnya. Mulai anak dalam kandungan hingga dewasa butuh ilmu untuk memahami setiap karakter, perilaku dan potensi anak.


3.      Mengikuti Berita

Ibu harus memiliki pengetahuan actual dengan terus mengikuti berita-berita yang menjadi fenomena di masyarakat. Tak sedikit opini-opini tentang keperempuanan dan akan-anak yang diaruskan media massa. Demikian pula perkembangan modus-modus kejahatan kepada anak, problem social, dll yang terkait dengan peran keibuan.


4.      Memantau Pelajaran Anak

Kurikulum zaman ibu masih kecil dengan apa yang dipelajari saat ini sangat jauh berbeda. Ibu harus mengintip juga, apa yang telah dipelajari anak. Terlebih saat ini tak sedikit muatan pendidikan yang bertentangan dengan nilai-nilai syariah Islam. Peran ibu untuk membersihkan noda-noa pemahaman anak yang ditanamkan di lingkungan pendidikan yang tidak Islami.


5.      Mempelajari Teknologi Informasi

Ibu dituntut agar tidak gagap teknologi. Zaman menuntut ibu untuk kenal internet, facebook, game online, dd, yang saat ini dekat dengan dunia anak. Intinya, ibu harus bergaul dengan dunia anak agar bias mengikuti perkembangan mereka.

Demikianlah, semoga kita terus berpacu untuk meningkatkan diri menjadi ibu yang sarat dengan ilmu. Insya Allah !
Termasuk Kategori : Dunia Akhwat
0 Komentar untuk "Tips Menjadi Ibu Sumber Ilmu"

Back To Top