Ironi Sertifikasi

BACA JUGA :

Saya, dan juga mungkin berjuta guru di seluruh Indonesia, kini
menikmati gaji tambahan berupa tunjangan profesional, sebagai
"imbalan" profesi sebagai GURU PROFESIONAL. Proses peng-profesionalan
guru ini melalu jalur PLPG ataupun jalur khusus atas pertimbangan
prestasi (dulu melalui jalur portofolio).


Alhamdulillah, sebuah anugrah bagi peningkatan taraf kesejahteraan
guru, yang katanya pada jaman dulu itu sebagai profesi yang tak begitu
menjanjikan. Dengan adanya sertifikasi, setidaknya taraf sosial guru
lebih meningkat.

Namun, "kesenangan" saya ini sedikit terusik. Saya baca di media
sosial ada status yang bernada provokatif, " Hapus saja sertifikasi,
mendingan uangnya untuk menggaji guru honorer". Ada juga yang menulis,
" Kok ga ada bedanya ya, guru yang sudah disertifikasi dengan guru
yang belum?"

Dua status tersebut, sedikitnya "menghantam" alam bawah sadar saya.
Saya langsung menjawabnya walau dalam hati :). Berikut jawaban yang
belum tentu bisa menjawab esensi dua status tersebut :

Jawaban atas status pertama, apa mungkin bisa pemerintah menghapus
begitu saja tunjangan profesi, yang notabene sebagai amanat
undang-undang. Dan relakkah guru dicabut tunjangannya? Saya jawab TAK
RELA DAKU.

Jawaban atas status kedua. Setelah guru disertifikasi dan menjadi
profesional, dan mendapatkan imbalan atas keprofesionannya, APAKAH
KINERJANYA JUGA MENINGKAT? Ego saya berkata, kinerja saya meningkat.
Tapi...benarkah ini jawaban jujur? Bila semua guru seiring dengan
meningkatnya kesejahteraan, meningkat juga etos kerja dan tanggung
jawab profesinya, saya rasa para guru honorer dan yang belum
disertifikasi, takkan pernah melontarkan kalimat-kalimat sindiran
semacam itu.

Memang tak bisa digeneralisir. Banyak yang semangat dan kinerjanya
meningkat dengan adanya sertifikasi. Tapi bila tidak, sertifikasi
tinggal ironi, dan hanya menjadi obyek keirian kaum profesi lainnya.
Tugas kita sebagai guru profesional, meyakinkan semua orang bahwa
benarlah kita sebagai orang yang profesional, tanggung jawab kepada
profesi, dan senantiasa menjunjung etika kerja. Di hadapan GURU
PROFESIONAL, terbentang ladang pengabdian yang luas dalam upaya
mempersembahkan yang terbaik bagi peserta didik, masyarakat, dan
negara.

Jangan biarkan ada kata IRONI SERTIFIKASI !
Termasuk Kategori : Dunia Mengajar
0 Komentar untuk "Ironi Sertifikasi"

Back To Top