Kisah Manusia Perahu: Kesungguhan dan Ketangguhan

BACA JUGA :

"Kisah manusia perahu", apakah gerangan ini?
 Para pembaca tak usah membayangkan yang tinggi-tinggi deh, untuk menginterpretasi judul di atas. Saya tulis judul tersebut, hanya sebagai sebuah apresiasi dan penghargaan atas kesungguhan manusia dalam memperjuangkan hidup dan kehidupannya. Sebuah kisah yang saya lihat sendiri, tentang sebuah keluarga kurang berada, penuh dengan kekurangan, namun begitu "hebat"nya memperjuangkan kelangsungan hidup keluarganya.


Kisahnya begini. Di sebuah kampung, Gandasoli, Desa Cikidangbayabang, Mande, Kab. Cianjur. Sebuah keluarga dengan 5 anak, tak bisa sekolah lebih tinggi, mereka hanya mampu sampai tamat SD. Sang ayah hanyalah seorang pedagang kecil-kecilan.

 Sekian tahun terseok keadaan ekonominya, segala usaha dicoba. Dapat hasil, tapi tetap belum bisa menutup kebutuhan keluarganya. Sang ayah mencoba jualan sembako dan goreng-gorengan, memakai perahu sewa. Berjualan dari satu kolam terapung ke kolam terapung lainnya. 3 anak laki-lakinya ikut berjualan pula menggunakan perahu, sementara sang istri bangun jam 3 pagi, menyiapkan kebutuhan anggota keluarga,membuat goreng-gorengan yang akan dijual suami dan anak-anaknya, ba'da subuh pergi ke pasar untuk belanja sayur mayur, yang akan ia jual keliling ke kampung-kampung, biasanya sampai jam 2 sore ia berjualan. Setiap hari, demikian rutinitas yang mereka lakukan.

Sedikit demi sedikit, kehidupan ekonomi keluarga ini meningkat. Kebutuhan primer mulai terpenuhi. Bahkan untuk kebutuhan tempat tinggal, sang ayah dan istrinya, sudah mampu membelikan tanah dan rumah bagi setiap anaknya yang sudah dewasa, walau sederhana. Subhannalloh !

Dari cerita di atas, saya mendapatkan ibrah/pelajaran, bahwa :
 * Kesungguhan dan keuletan, bagaimanapun akan mendatangkan hasil yang oftimal

* Allah menghamparkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya. Kewajiban kita adalah menjemputnya dengan segala potensi yang kita miliki.

Semoga bermanfaat !
Termasuk Kategori : Motivasi
0 Komentar untuk "Kisah Manusia Perahu: Kesungguhan dan Ketangguhan"

Back To Top