"Matih, Matuh, Motah" 3 Ungkapan Sunda Sarat Makna

BACA JUGA :

Indonesia, salah satu negara yang kaya budaya, kaya bahasa, dan kaya sumber daya. Kekayaan budayanya mewarnai peradaban dunia.

Sunda, sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, menjadi salah satu etnik penyumbang terbesar khazanah budaya nusantara. Bahkan bahasanya, Bahasa Sunda, termasuk urutan 42 terbesar dunia dari segi penggunanya, untuk kategori bahasa ibu. Ia masih bisa bertahan di era globalisasi ini.

Dalam konteks ini, saya angkat sebuah ungkapan dari bahasa sunda, yang saya dengar dari ucapan legenda dalang wayang golek, Ki Asep Sunandar Sunarya almarhum. Ungkapan tersebut, menurut saya sarat makna dan filosofi. Terdiri dari 2 rangkaian kalimat, yaitu :

" LAMUN HAYANG MATIH KUDU MATUH "

Bermakna, istiqomah, mudawamah, atau konsisten. Sesuatu yang dibiasakan akan menjadi terbiasa, dan akan membentuk tabiat atau karakter. Nabi agung, Muhammad SAW pun bersabda, bahwa amal yang baik itu dawam/rutin/ istiqomah walaupun sedikit. Bila kita ingin menjadi orang baik, maka harus membiasakan melakukan yang baik secara konsisiten, maka akan terbentuk pribadi yang baik. Begitu juga sebaliknya.

" LAMUN GEUS MATUH MOAL MOTAH"

Artinya, ketika kita membiasakan hal baik, menjadi pribadi yang baik, maka hidupnya akan terkendali, tidak terjerumus kemungkaran, " moal motah".

Dari dua runtuyan kalimat tersebut, bisa disimpulkan, bahwa kekonsistenan melakukan hal yang baik, akan membentuk tabiat yang baik, dan hasil akhirnya hidup akan senantiasa berada di jalan baik karena ada pengendalian diri.

Sungguh merupakan ungkapan budaya yang sarat makna, menjadi sumbangan filosopi budaya bagi bangsa.

Hurip Sunda !
Termasuk Kategori : Budaya Sunda
0 Komentar untuk ""Matih, Matuh, Motah" 3 Ungkapan Sunda Sarat Makna "

Back To Top