Musik Positif versus Musik Negatif

BACA JUGA :

Musik positif, sebuah istilah yang pertama saya dengar sebagai jargon stasiun radio MQFM Bandung, Yogyakarta, dan Dabo Singkep. Sebutan ini untuk jenis musik yang mereka putar. Sebenarnya tak terbatas pada satu genre jenis musik. Musik positif yang mereka perdengarkan bagi audiensnya, bisa jazz, nasyid, akapela, pop, bahkan rap.

Bagaimana kita membedakan musik positif dan musik negatif ?

Pertama, menurut saya sebuah lagu dikatakan sebagai musik positif, dilihat dari segi liriknya. Apakah ia mengandung pesan motivasi perubahan diri ataukah justru merusak kepribadian.

Kedua, musik positif tak melulu tentang agama dalam liriknya, namun bisa juga hal umum yang tentunya memberikan kesadaran bagi kita untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

Apa pengaruh musik positif dan musik negatif?

Ada sebuah penelitian di Amerika. Sekumpulan tikus selama 4 hari 4 malam terus menerus diperdengarkan lagu cadas/rock. Mereka menikmati lagu-lagu tersebut. Ketika hari kelimanya, lagu dihentikan, tikus-tikus tersebut berubah menjadi liar dan saling bunuh. Artinya, sama dengan manusia. Ketika kita merutinkan mendengarkan lirik-lirik lagu yang mematahkan motivasi, ada unsur pesimis, menuhankan cinta, benda, maka pengaruh jelekpun akan tertanam dalam memori bawah sadar kita, dan lama-kelamaan akan membentuk karakter kita juga, tentunya yang jelek.

Bagaimana dengan musik positif?

Sama saja. Hal yang sebaliknya akan terjadi. Lingkungan rumah yang dipenuhi lantunan tilawah, tausiyah, musik positif, maka insya Allah akan punya andil untuk membentuk kepribadian baik anggota keluarga.

Jadi, selektiflah dalam memilihkan yang patut dan tidak patut untuk didengarkan oleh kita dan anggota keluarga.
Termasuk Kategori : Cinta Nabi
0 Komentar untuk "Musik Positif versus Musik Negatif"

Back To Top