Kau Tanya Why Me, Kujawab Why Not

BACA JUGA :

Di dalam Al Qur'an saya baca sebuah ayat yang mengisyaratkan bahwa
setiap musibah, setiap hal yang terjadi pada manusia dalam
kehidupannya, semua atas izin Allah SWT. Semua fenomena, baik
kesenangan, kesedihan, kemenangan, kekalahan, tangis derita maupun
bahagia, merupakan rancangan sempurna dari Yang Maha Sempurna, bagi
manusia, untuk mendewasakan kehidupannya.

Kesedihan, adalah bagian yang harus ada dalam kehidupan, seperti juga
kebahagiaan. Ia adalah dinamika. Kesedihan atas musibah, kesedihan
atas kehilangan, adalah pahit dirasa, namun jika dijalani dengan penuh
kepasrahan, niscaya akan menjadi untaian kebahagiaan. Sebutir pasir
tajam yang menempel di dalam sepatu, tidak mengenakkan bahkan bisa
mencelakakan. Namun kumpulan berjuta-juta pasir, mendatangkan manfaat
bagi kehidupan.

Ketika kita menderita sebuah penyakit ataupun menimpanya musibah bagi
diri kita, seolah-olah hanya kitalah yang menderita, sengsara, dan
tidak bahagia. Padahal di luar sana, banyak juga yang mengalami hal
serupa dengan kita bahkan mungkin juga lebih hebat musibahnya. Ketika
mereka mampu 'menaklukkan' rasa sakitnya dengan kepasrahan, kita pun
mampu. Allah tidak memberikan ujian di luar batas kemampuan
makhluk-Nya.

Saya teringat ucapan seorang artis, Pepeng. Ia terbaring lemah di
rumah sakit dengan sakit parah yang dideritanya. Ia mengatakan, " Aku
tidak berani mengatakan kepada Tuhanku, "why me", kenapa aku yang
harus menderita seperti ini.". Teman-temannya bertanya, mengapa tidak
berani mengatakan'why me'. Pepeng menjawab, " Jika aku katakan 'why
me', aku takut Tuhanku menjawab'why not'. Kenapa tidak, engkaulah yang
Aku pilih untuk menjalani rasa sakit ini.

Rasa sakit, kemalangan, dan penderitaan, secara husnuzhon kita yakini
adalah sebagai ujian dari Allah. Untuk mengukur sejauh mana keimanan
dan keyakinan kita terhadap Maha Baiknya Sang Pencipta. Tidak ada yang
sia-sia pada ciptaan Allah, semua ada hikmah dan ibrah.

Insya Allah kita mampu menjalaninya. Kita tanya, " why me", maka Allah
mungkin menjawab, "why not". Engkaulah manusia terpilih untuk
dinaikkan derajatnya dengan ujian ini.
Termasuk Kategori : Menata Hati, Motivasi
0 Komentar untuk "Kau Tanya Why Me, Kujawab Why Not"

Back To Top