Menikmati Sore Hari di Tanah Dalem Cibalagung

BACA JUGA :

Hampir menjadi rutinitas, sehabis sholat ashar berjamaah di Mesjid
Besar Assu'ada, mesjid besar Kecamatan Mande, si kecil, selalu
memintaku untuk menungguinya bermain sepeda. Tak banyak yang
dilakukan, biasanya saya hanya duduk di beranda mesjid, sambil ngobrol
dengan sesama ta'mir mesjid. Ataupun ikut menonton ria sepakbola di
lapangan Mandalawangi, yang tepat berada di depan mesjid.

Sore ini dengan cuca redup dan semilir angin, menunggui anak bungsuku,
tak terasa teringat dan mengenang sejarah kira-kira 300 tahun masa
silam, sejarah Kabupaten Cianjur yang memulai babaknya di Tanah
Demang Cikadu Cibalagung. Membayangkan bagaimana para founding father
Cianjur merintis segalanya, hingga terbentuknya Cianjur kini yang
Sugih Mukti.

Lalu lalang orang di alun-alun Cibalagung tak menghalangiku untuk
terus berimajinasi, berusaha masuk ke alam bihari alam lalu, sebuah
sejarang yang melibatkan tanah tercinta Cibalagung, yang bukti
peninggalannya masih terjaga hingga kini. Sebuah bukti bahwa
Cibalagung dulu di bawah kepemimpinan Dalem Raden Aria Natamnggala,
adalah bagian penting sejarah Cianjur.

Beberapa peninggalan yang masih ada antara lain, terhamparnya
pesawahan milik dalem dan keluarganya, hingga kini tak bisa dimiliki
orang lain. Ia menjadi salah satu ikon Cibalagung sebagai daerah
kadaleman yang subur air. Bukti lainnya, tetap kokohnya Pohon
Saparantu yang tumbuh sejak Cianjur memisahkan diri dari Mataram.

Fikiranku kembali ke masa kini. Menikmati sore hari di Tanah Dalem
Cibalagung, bercengkrama dengan para pengunjung alun-alun yang
sama-sama, mungkin, menikmati indahnya sore. Sungguh indah untuk
bersantai, sungguh banyak ayat kauniyah yang bisa ditafakuri dan
ditadabburi. Alhamdulillah ya...Robb atas nikmat sehat dan nikmat
waktu luang.:)

Salam, diaf.web.id
Termasuk Kategori : Cerita Kang Deni
0 Komentar untuk "Menikmati Sore Hari di Tanah Dalem Cibalagung"

Back To Top