Program Lingkungan Bebas Rawan Pangan (Lingbasrangan)

BACA JUGA :

Sedikit nostalgia, saya, ataupun anda pada jaman dulu ketika kecil,
rasanya tak susah bila butuh sekedar sayuran, lauk pauk, ataupun bahan
mentah cemilan. Tak perlu mengeluarkan uang. Mengapa demikian? Hampir
setiap rumah biasanya memelihara ternak. Bisa ayam, bebek, ataupun
unggas lainnya. Di depan rumah ada kolam untuk memelihara ikan. Di
samping atau di belakang rumah tersedia lahan untuk menanam sayuran,
cabe, tomat dll. Jadi ketika diperlukan, tinggal ambil saja.

Waktu berlalu, zaman pun berubah, seiring perubahan mindset dan
paradigma masyarakat. Segalanya sekarang berubah. Hanya untuk
"nyambel" saja, kita harus keluarkan uang untuk membeli cabe dan
kawan-kawan. Mau makan dengan ikan, ya harus beli juga. Tak ada lagi
kolam ikan di depan rumah. Tak ada lagi sayuran hasil tanam kita.
Semuanya harus ditebus dengan uang.

Kita rindu zaman dulu. Kebutuhan hidup sehari-hari bisa kita dapatkan
dari tanaman yang kita tanam, dari lauk yang kita pelihara, dengan
keringat sendiri. Itu sebuah kenikmatan tiada tara.

Kerinduan-kerinduan ini pula, sepertinya yang menggerakan hati Bapak
Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, untuk meluncurkan program
LINGBASRANGAN, Lingkungan Bebas Rawan Pangan.

Program ini sederhana, meliputi penyuluhan untuk menggugah pola pikir
masyarakat, bahwa mereka bisa sebenarnya mencukupi kebutuhan dasar
hidup, dengan menghidupkan kembali pola hidup seperti dulu. Untuk
menunjang program ini, kepada masyarakat diberikan stimulan berupa
unggas dan bibit-bibit tanaman.

Harapannya, stimulan ini menjadi pendorong masyarakat untuk
mengembangkan dan menumbuhkembangkan apa yang didapatnya, sehingga ke
depannya timbul kemandirian dan kegigihan untuk "survive".

Hambatan utama program ini, menurut Bapak Mohammad Iwan, Koordinator
Program Lingbasrangan Desa Bobojong Kecamatan Mande, Cianjur, terutama
faktor masyarakatnya sendiri yang sudah berfikir pragmatis, ingin
segala instan, sudah "ogah" untuk menempuh proses menuju keberhasilan.
Inilah titik utama yang harus diubah. Pragmatisme sudah melanda
masyarakat, termasuk kita juga. Penyadaran demi penyadaran, mestinya
kita upayakan, oleh sendiri dan juga oleh lingkungan yang mendukung.

Semoga program Lingbasrangan ini menjadi program yang nyata
kebermanfaatannya di masyarakat, tidak hangus ditelan waktu, dan yang
utama merubah paradigma, bahwa " KEBAHAGIAAN HIDUP INI HARUS DIBELI
DENGAN PROSES YANG TERKADANG MENYAKITKAN"....

Insya Allah....
Termasuk Kategori : agenda muslim
0 Komentar untuk "Program Lingkungan Bebas Rawan Pangan (Lingbasrangan)"

Back To Top