Kekuatan di balik Kelembutan dan Keramahan

BACA JUGA :

Kelembutan dan keramahan, mengandung kekuatan yang hebat. Ia bisa mengalahkan kekasaran dan kesombongan. Nabi yang mulia pernah mengabarkan adanya perang yang lebih besar dari perang-perang sebelumnya. Para sahabat bertanya, dan Nabi mengatakan bahwa perang dimaksud adalah perang melawan hawa nafsu, perang melawan kesombongan diri.

Benarkah kelembutan keramahan ini mengandung kekuatan? Kita simak sebuah cerita rakyat karangan Aesop. Cerita tersebut mengusahkan pertengkaran antara matahari dan angin. Keduanya merasa bahwa dirinyalah yang paling kuat. Si angin berkata,"Saya akan membuktikan kekuatan saya. Lihat, di sana ada seorang laki-laki tua yang sedang mengenakan jaketnya, bukan? Saya berani bertaruh bahwa saya pasti berhasil membuatnya melepas jaketnya daripada anda."

Demikianlah si angin mulai bertiup, makin lama makin keras sehingga seolah-olah angin tornado sedang menyapu bumi. Namun semakin keras sang angin bertiup, semakin kencang orang itu membungkus diri dengan jaketnya. Si angin menyerah.

Kini giliran matahari. Dengan perlahan sang matahari muncul dari balik awan sambil tersenyum manis kebapakan. Kini orang itu mengernyitkan alisnya dan mulai melepas jaketnya. Kepada sang angin matahari mengatakan bahwa kelemah-lembutan dan keramahan selalu lebih kuat daripada kemarahan dan kekerasan.

Demikian pula hari ini. Matahari dapat membuat anda melepas jaket anda lebih cepat daripada angin, dan pendekatan-pendekatan seperti keramahan, kebaikan, dan penghargaan terhadap seseorang akan mampu membuat orang-orang mengubah pikiran-pikiran dan meredakan api amarah yang sedang membara. Semoga kita bisa mengambil ibrah dan hikmah dari cerita di atas, dan diaplikasikan ke dalam kehidupan kita sehari-hari.

Salam Guru Blogger Cianjur
 ( www.diaf.web.id)

Sumber gambar : mencuat.com
Termasuk Kategori : Motivasi
0 Komentar untuk "Kekuatan di balik Kelembutan dan Keramahan"

Back To Top