Mengenal Abu Nawas Lewat Syair Gubahannya

BACA JUGA :

Kita sering melantunkan syair " Ilaahi Lastulil..."dalam berbagai kesempatan. Sebuah syair yang benar-benar menyadarkan kita tentang hakikat dan tujuan hidup kita. Entah tahu atau tidak bahwasannya pengarang syair legendaris itu adalah seorang tokoh bernama Abu Nawas. Siapa Abu Nawas atau Abu Nuwas itu ?

Berikut penjelasan Wikipedia : Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami (756-814), biasanya dikenal sebagai Abū-awās atau Abū-Nuwās (Bahasa Arab:ابونواس), adalah seorang pujangga Arab. Dia dilahirkan di kota Ahvaz di negeri Persia, dengan darah Arab dan Persia mengalir di tubuhnya. Abu Nawas dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Abu Nawas juga muncul beberapa kali dalam kisah Seribu Satu Malam.

Abu Nuwas adalah penyair terkenal pada masa Bani Abbasiyyah, sehingga ia digelari sebagai pemimpin penyair di jamannya. Namun perjalanan hidupnya penuh kontroversi, terutama lewat syair-syair gubahannya, yang banyak " dikotori" dengan kata-kata yang tidak pantas. banyak tokoh yang mengatakannya sebagai tokoh zindik, namun tak sedikit juga yang menolak pendapat itu.

Walau demikian, ada satu prinsip yang kita pegang, " Undzur maa Qoola walaa tandzur man qoola". Lihat, simak, dan perhatikan apa yang dikatakan ( sesuatu kebenaran), jangan memperhatikan siapa yang mengatakannya. Dalam kasus ini, sebagaimana di awal, bagaimanapun kehidupan Abu Nawas, tetaplah ia mewariskan syair legendaris yang sering dibaca kalangan Muslim.

Mari kita simak dan renungkan makna " Syair Abu Nawas" berikut ini, yang saya "ambil" dari Blog Pustaka Lebah


شعر أبو نواس
----------------------
إلهي لست للفردوس أهلا...
Wahai Tuhanku! Aku bukanlah ahli surga
ولا أقوى على نار الجحيم...
Tapi aku tidak kuat dalam neraka
فهب لي توبة واغفر ذنوبي...
Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku
فإنّك غافر الذّنب العظيم...
Sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar
ذنوبي مثل أعداد الرّمال...
Dosaku bagaikan bilangan pasir
فهب لي توبة ياذا الجلال...
Maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan
وعمري ناقص في كلّ يوم...
Umurku ini setiap hari berkurang
وذنبي زائد كيف احتمال؟؟؟
Sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya???
إلهي عبدك العاصي أتاك...
Wahai Tuhanku! Hamba-Mu yang berbuat dosa telah datang kepada-Mu
مقرّا بالذّنوب وقد دعاك
Dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada-Mu
فإن تغفر فأنت لذاك أهل...
Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah ahli pengampun
وإن تطرد فمن نرجو سواك؟؟؟
Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau???


Semoga bermanfaat !
Salam, Guru Blogger Cianjur
Termasuk Kategori : Menata Hati, Tassawuf
0 Komentar untuk "Mengenal Abu Nawas Lewat Syair Gubahannya"

Back To Top