Para Ulama Berbicara Mengenai Pentingnya Bekerja

BACA JUGA :

Seberapa penting bekerja itu di mata para ulama terdahulu? Berikut
beberapa pendapatnya yang saya ambil dari buku " Fiqih Wanita", buah
tangan Dr. Yusuf Qaradhawi.

TIDAK MAU BEKERJA ADALAH AHLI BID'AH DAN MEMILIKI SIKAP BURUK

Imam Ahmad bin Hanbal pernah diminta tanggapannya pada suatu kaum yang
tidak bekerja, tetapi mengatakan,"Kami adalah orang-orang yang
bertawakkal." Ia berkata, " Mereka adalah orang-orang ahli bid'ah.
Mereka adalah orang-orang yang memiliki sikap buruk yang menginginkan
dunia ini berhenti berputar."

TIDAK MAU BEKERJA ADALAH ORANG BODOH

Abdullah bin Ahmad bertanya kepada Imam Ahmad, dari suatu kaum yang
mengatakan, " Kami bertawakkal kepada Allah dan kami tidak berusaha."
Ia berkata, " Hendaknya setiap orang bertawakkal kepada Allah, tetapi
mereka tidak berusaha. Perkataan ini adalah perkataan orang bodoh."

TIDAK MAU BEKERJA ADALAH PERBUATAN HINA

Dari Muhammad bin Ashim, ia berkata," Telah sampai berita kepadaku
bahwa Umar bin Khaththab jika ia melihat anak muda yang membuatnya
kagum, maka ia akan menanyakan perihal anak itu, apakah anak itu
memiliki pekerjaan? Jika dikatakan, 'Tidak' maka ia akan berkata,"
Telah jatuh derajat anak itu di mataku."

TIDAK MAU BEKERJA ADALAH PERBUATAN PEMINTA-MINTA

Said bin Musayyab pernah berkata, " Siapa saja yang hanya berdiam diri
di mesjid, tidak bekerja, dan hanya menerima siapa yang memberikan
sesuatu kepadanya, maka sesungguhnya orang itu telah menjadi
peminta-minta."

TIDAK MAU BEKERJA, MAKA NILAI KEMANUSIAANNYA TELAH RUSAK

Imam Ar-Raghib al-Ishfahani pernah berkata, " Siapa saja yang tidak
mau berusaha dan bekerja, maka ia nilai kemanusiaannya telah rusak,
bahkan nilai kebinatangannya, dan menjadi orang yang telah mati."

Pendapat para ulama tentang betapa pentingnya bekerja mencari karunia
Allah, menjadi relevan saat ini. Betapa tidak, saya sering melihat
banyak anak muda yang bersantai-santai, berleha-leha, dan sepanjang
hari menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna. Padahal mereka
butuh makan, jajan, butuh uang untuk rokok dan sebagainya. Apakah
mereka tidak mampu bekerja? TIDAK. Potensi mereka besar, tenaga dan
kognitif mumpuni. Hanya faktor ketidakmauan yang memenjarakan mental
mereka.

Ya, semoga saja tulisan ini bisa memberikan sedikit refleksi, bahwa
bekerja mencari karunia Allah, dengan mengerahkan segenap potensi,
adalah bernilai IBADAH.

Diaf Edukasi
Salam, Guru Blogger Cianjur
Termasuk Kategori : agenda muslim
0 Komentar untuk "Para Ulama Berbicara Mengenai Pentingnya Bekerja"

Back To Top