Melaksanakan Secara Oftimal Kurikulum 2013, Mengurangi Dosa Pendidikan !

BACA JUGA :

Dengan melaksanakan Kurikulum 2013 secara maksimal dan penuh
kesadaran, sebuah upaya "mengurangi" dosa-dosa pendidikan. Nah lho,
apa maksudnya?

Ucapan ini terlontar dari Kepala SMP Negeri 1 Cikalongkulon dalam
acara Pendampingan Kurtilas. Namun apa hubungannya Kurikulum 2013
dengan "dosa pendidikan".

Yang saya tangkap dari kalimat tentang dosa pendidikan yang sadar atau
tidak kita sebagai insan pendidik lakukan selama ini, antara lain,
bahwa dalam kurun waktu kita (baca : saya ) menjalankan tugas suci
memberikan pendidikan bagi generasi anak bangsa, terkadang
"malpraktek". Kita abai dan kurang peduli dengan kondisi peserta
didik. Kondisi psikisnya, latar belakang keluarganya, dll yang
menentukan keberhasilan pembelajaran.

"Dosa" pendidikan lainnya, terkadang guru melakukan pembelajaran
"jarak jauh", guru di kantor atau kantin:(, sedangkan siswa sibuk
mengerjakan LKS. Jelas ini "dosa" yang dilakukan insan pendidik. Saya
pernah masuk ke kelas di sebuah sekolah menengah. Di papan tulis
tercantum tulisan, " Kata Pak Anu, lanjutkan pengisian LKS halaman
sekian!". Yang menarik, di bawah tulisan tersebut, ada tulisan peserta
didik yang berbunyi, "Comment : Horeaaaam....". Saya tersenyum melihat
tulisan tersebut. Ini cerminan, bahwa peserta didik sangat memiliki
HAK untuk mendapatkan pengajaran dan guru hadir di sampingnya.

Masih banyak yang perlu kita perbaiki. Masih banyak yang harus kita
ubah dalam diri kita. Sebuah frasa terkenal meneguhkan ini, " Anak
adalah peniru ulung". Apa yang dilakukan guru, menjadi contoh bagi
peserta didik.

Sekarang, apa korelasinya dengan Kurtilas?

Kurtilas, memperbaiki semua kekurangan pembelajaran. Kurtilas memaksa
guru untuk senantiasa belajar dan beradaptasi dengan perubahan.
Termasuk Kategori : Cerita Kang Deni, Dunia Mengajar
0 Komentar untuk "Melaksanakan Secara Oftimal Kurikulum 2013, Mengurangi Dosa Pendidikan !"

Back To Top