2 Ungkapan Syukur ala Sunda

BACA JUGA :

Mensyukuri nikmat, hal yang diwajibkan oleh Allah SWT. Dalam sebuah
ayat Al Qur'an, Allah menjanjikan akan menambah nikmat bagi siapapun
yang mensyukurinya, dan mengancam memberikan azab bagi yang
mengingkarinya.

Di dalam ungkapan Bahasa Sunda, sadar atau pun tidak, orang Sunda
termasuk orang yang pandai "bersyukur". Hal ini tercermin dari
ungkapan-ungkapan spontan ketika mendapat musibah. Walau mungkin ini
menggambarkan hal sebenarnya, atau tidak, coba kita telaah dua
ungkapan syukur ala orang Sunda.

Dua ungkapan syukur ala orang Sunda

# Ungkapan 1 : " Untung..."

Kita sering mendengar, atau bahkan kita sendiri pernah berkata, misal
ketika salah satu jari tertusuk duri, berdarah. Maka umumnya orang
mengatakan, " Untung teu sadayana nu kacugakna" ( Untung tidak
semuanya tertusuk duri). Atau ketika uang kita kecopetan di saku yang
satu, dan saku yang satu lagi aman. Maka kita mengucapkan, " Untung
dina saku hiji deui mah aman" ( untung di saku satu lagi aman).
Bukankah ungkapan-ungkapan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur?

# Ungkapan 2 : " Pirang-pirang..."

Orang Sunda, bila mendapati sesuatu kurang sesuai dengan ide atau
keinginannya, biasa mengatakan "pirang-pirang". Misal, kita menyuruh
anak membersihkan rumah. Namun ternyata ada bagian rumah yang tidak
dibersihkan, maka sering kita katakan, " pirang-pirang sakitu ge
daekeun" ( mendingan mau segitu juga). Bukankah ini juga ungkapan
syukur?

Mensyukuri nikmat, salah satu indikatornya adalah senantiasa memandang
kebaikan dalam kondisi bagaimanapun. Sikap selalu mengedepankan
kelebihan, dibanding kekurangan. Apapun yang terjadi, biidznillah,
disadari semuanya menganduk kebaikan dan hikmah.

Semoga bermanfaat !
Termasuk Kategori : Budaya Sunda
0 Komentar untuk "2 Ungkapan Syukur ala Sunda"

Back To Top