Permainan Anak Sunda Yang Hampir Punah

BACA JUGA :

Dunia anak identik dengan dunia bermain. Mereka tidak bisa dipisahkan
dengan dunianya tersebut. Banyak hal yang bisa didapatkan anak dari
aktivitas untuk perkembangan fisik psikisnya. Dengan bermain, mereka
mengasah kreativitas, kepekaan sosial, dan fisiknya.

Untuk keperluan pengembangan kreativitas, kepekaan sosial, dan fisik,
diperlukan permainan-permainan yang mampu mengasah ketiga potensi anak
tersebut. Anak-anak jaman dulu, mereka mampu mendapatkan ketiga hal
tersebut, dengan mudah dan meriah. Beberapa permainan yang biasa
dilakukan anak-anak di daerah Sunda, antara lain :

1. Mobil-mobilan dari kulit jeruk

Kulit jeruk Bali yang tebal, menjadi bahan favorit untuk membuat
mobil-mobilan. Bahan ini dijadikan badan dan ban mobilnya, sedangkan
asnya terbuat dari bambu. Siapapun bisa membuatnya, dengan bahan yang
sangat mudah didapatkan.

Manfaat :
- Dilatih kreatif membuat mainan
- anak-anak dilatih menjalani proses membuat sesuatu, tidak terima jadi.

2. Senapan dari batang daun pisang

Mainan sederhana ini dibuat dari batang pisang yang sudah dibuang
daunnya. Cara membuatnya mudah, tinggal dikupas beberapa bagian
batang, diposisikan berdiri, dan dipukul dengan telapak tangan,
plak..plak...plak....batang pisang itu berbunyi.

3. Pelepah daun pinang

Dalam isitilah Sunda dikenal dengan "Jambe". Pelepah dan daun
pinang/jambe yang sudah tua, biasanya jatuh sendiri, dipakai untuk
menarik anak-anak. Biasanya giliran, yang satu duduk di pelepah, dan
yang lainnya menarik pelepah tersebut. Umumnya mereka merasa senang
dengan mainan ini.

4. Lori-lorian

Bahan yang diperlukan, batang daun kelapa atau enau/kawung sebanyak
dua batang. Kemudian ditempatkan secara berdampingan menyerupai rel
kereta api, dengan posisi menurun. Untuk lorinya dibuat dari batang
terbesar batang enau atau kelapa. Lori ditempatkan di atas dua batang
enau, diduduki, dan siiiiing.....meluncurlah.

Sebenarnya masih banyak permainan-permainan kreatif anak Sunda jaman
dulu, yang saat ini hampir punah. Anak-anak jaman sekarang lebih
pragmatis, lebih tertarik memainkan Game Online, Gamewatch, PS,
internetan, dll. Padahal, semua permainan tersebut kurang bermanfaat
bagi pengembangan kreativitas.

Pertanyaannya, mungkinkah kita kembali memasyarakatkan permainan
tradisional, melatih anak-anak untuk berkreasi, dan membuat mereka
menikmati proses dalam membuat sesuatu? Insya Allah.....
Termasuk Kategori : Budaya Sunda
0 Komentar untuk "Permainan Anak Sunda Yang Hampir Punah"

Back To Top