1 Tamparan untuk 3 Pertanyaan

BACA JUGA :

(Diaf.web.id) Alkisah ada seorang santri yang cerdas dan menjadi
kesayangan kiainya. Suatu ketika ia mendapat beasiswa untuk belajar di
Amerika. 6 tahun berlalu, selesailah kuliahnya dan ia pulang ke
rumahnya.

Sikapnya sedikit berubah. Ia menjadi lebih "pede" dan setiap
obrolannya diselipi bahasa-bahasa asing, agar terlihat keren. Lama di
rumah, rupanya ia bosan. Akhirnya ia memutuskan untuk "sowan" ke kiai,
gurunya dulu. Sambil membawa misi tertentu, berupa pertanyaan untuk
menguji gurunya.

Tiba di rumah gurunya, ia langsung mengajukan pertanyaan. " Mama,
mohon izin saya mengajukan pertanyaan yang sulit!". Gurunya menjawab,
" Ya silakan, insya Allah aku bisa menjawabnya!". Si santri heran, "
Mama yakin bisa menjawabnya, padahal profesor pun tidak bisa
menjawabnya". Sang kiayi lekas menjawab, " Silakan coba ungkapkan apa
pertanyaanmu?".

Si santri mengungkapkan 3 pertanyaan :
1. Apakah Allah itu ada? Kalau ada di mana tempatnya?
2. Apa takdir itu?
3. Setan terbuat dari api, dan Allah akan menyiksanya dengan neraka,
yang juga terbuat dari api. Kalau begitu sia-sia, karena dua-duanya
terbuat dari unsur yang sama.

Belum juga kering mulut si santri,
"plak" sang kiai menampar pipi si santri dengan keras. " Mama, kenapa
menampar saya?" tanya si santri. " Bukan menampar, nak. Itu adalah
jawaban dari semua pertanyaanmu", jawab sang kiai. Si santri diam, tak
mengerti ucapan gurunya.

Sang kiai kemudian berkata, " Kamu sakit tadi saya tampar?". " Iya
kiai, saya sakit sekali." Kiai melanjutkan, " kalau kamu sakit, coba
tunjukkan kepadaku wujud rasa sakit itu!". Si santri menjawab, " Sakit
itu tidak kelihatan mama". " Dan itu jawaban pertanyaanmu yang
pertama. Allah itu ada, walau kita tidak melihatnya. Kamu tidak bisa
melihat wujudnya rasa sakit, apalagi melihat Allah pencipta rasa
sakit."

Sang kiai terus berkata, " Kamu bermimpi tidak hari ini aku tampar?".
"Tidak, mama!" jawab si santri. " Dan itulah takdir. Sesuatu yang
terjadi pada kamu, walau kamu tidak mengharapkan atau mengetahui
kedatangannya."

" Pipi kamu terbuat dari apa?" tanya sang kiai. "Kulit, mama!". "
Tangan saya yang tadi menamparmu, terbuat dari apa?" " Sama, mama.
Keduanya terbuat dari kulit."" Pipi kamu dan tanganku sama terbuat
dari kulit, dan kamu merasakan sakit saat kutampar. Nak, sangat mudah
bagi Allah untuk menjadikan setan itu merasa sakit ketika disiksa api
neraka, walau keduanya terbuat dari unsur yang sama."

Si santri diam tafakkur. Benar juga katanya dalam hati. Tiga
pertanyaan yang sulit tersebut dengan mudahnya dijawab oleh gurunya.
Termasuk Kategori : Tassawuf
0 Komentar untuk "1 Tamparan untuk 3 Pertanyaan"

Back To Top