[Hikmah Kisah] Bila Angin Berlomba

BACA JUGA :

Alkisah, " sekelompok" angin melihat seekor monyet di cabang sebuah
pohon tinggi dan besar. Angin tornado, angin badai, angin puting
beliung, dan angin semilir, berunding untuk berlomba. Siapa yang bisa
menjatuhkan sang monyet, ialah pemenangnya.

Maka dimulailah perlombaan ini. Pertama sang tornado bertiup dengan
kencang ke arah pohon yang dinaiki monyet. Namun, sang monyet tidak
jatuh, makin kencang angin, makin eratlah ia memeluk pohon.

Giliran angin topan bertiup lebih kencang. Namun, sang monyet makin
erat memeluk pohon.

Tampillah angin puting beliung, bertiup memutar menerbangkan apa yang
ada. Namun hasilnya sama dengan yang terjadi sebelumnya. Mereka gagal
menjatuhkan monyet.

Terakhir giliran angin semilir. Dengan tenang dan perlahan ia bertiup
sepoi-sepoi ke arah sang monyet. Apa yang terjadi? Sang monyet rupanya
merasa mengantuk, terbuai tiupan angin semilir, dan akhirnya tertidur
dan....plak jatuh. Maka sudah jelas, pemenangnya sang angin semilir.

Cerita di atas, fiktif, imajiner. Namun setidaknya memberikan
ibrah/pelajaran, bahwa kelembutan, keramahan, dan ketenangan,
menghasilkan sesuatu yang luar biasa dalam menyelesaikan permasalahan,
dibanding kekerasan dan ketergesaan.

Semoga bermanfaat!
Termasuk Kategori : Tassawuf
0 Komentar untuk "[Hikmah Kisah] Bila Angin Berlomba"

Back To Top