Pendidikan VS Kebijakan Negara

BACA JUGA :

Dunia pendidikan ingin mewujudkan karakter anak didik yang baik. Namun justru anak didik dan remaja, menghadapi paradoks ketika menemukan fenomena yang berbeda di hadapannya.

Saat sekolah mengajarkan kepada sisiwanya untuk menjauhi seks bebas, negara malah mengkampanyekan kondom. Bahkan ada ATM kondom yang bisa diakses oleh semua kalangan, termasuk remaja. Negara pun membiarkan pusat-pusat hiburan malam yang menyuguhkan pornoaksi dan pornografi berkembang.

Saat remaja dilarang melakukan gaul bebas, negara membebaskan media massa khususnya televisi, menayangkan tayangan yang mengandung pornografi dan pornoaksi. Film-film impor pun membanjiri negeri ini dengan sensor yang minim.

Saat sekolah menahan anak didiknya untuk menahan diri dari menyaksikan produk pornografi, negara malah membebaskan internet kepada masyarakat untuk diakses. Kalaupun ada proteksi sangat minim. Walhasil, anak-anak justru mendapatkan konten pornografi dan pornoaksi saat mereka tidak ada di sekolah.

Saat pegiat antipornografi dan anti pornoaksi menginginkan larangan itu dalam bentuk undang-undang, negara malah melegalkan pornografi dan pornoaksi lewat undang-undang. Negara hanya mengkategorikan pornografi dan pornoaksi jika itu diluar seni dan budaya. Padahal, justru pornografi dan pornoaksi inilah yang berlindung di balik seni dan budaya.

Saat muslim mendesak negara menerapkan aturan Islam sebagai standarisasi perilaku, negara justru memilih sekulerisme dan liberalisme yang merelatifkan kebenaran sebagai standarnya.

( Sumber : Media Umat )
Termasuk Kategori : Dunia Mengajar, Dunia Sekolah
0 Komentar untuk "Pendidikan VS Kebijakan Negara"

Back To Top