Sebuah Filosofi dari Air Mancur

BACA JUGA :

Hidup itu bukan kebetulan. Semua fenomena yang terjadi, adalah atas izin Allah. Tak ada sesuatupun yang luput dari ilmu Allah.

Seperti yang saya alami siang ini. Sehabis mengantar istri berobat ke dokter, di pinggir jalan tiba-tiba tertarik pada sebuah kolam kecil di pinggir mesjid. Di tengahnya ada sebuah air mancur pendek, mungkin setengah meteran.

Apa yang menariknya? Alam fikiran saya tiba-tiba mendapat sebuah pelajaran. Kolam kecil itu yang dipasangi mesin sebagai penarik air ke atas yang kemudian jatuh lagi ke bawah, begitu seterusnya. Dari bawah ke atas, dari atas ke bawah. Airnya tidak berkurang, tidak bertambah juga, namun terus bergerak.

Alam imajinasi saya membandingkan dengan sebuah kolam yang sama besar sama bentuknya, dan sama volume airnya, namun tak bergerak. Bila dua-duanya ditanami ikan, maka di kolam yang dipasangi air mancur, tingkat hidup ikan lebih tinggi dibanding kolam kedua.

Bekal hidup manusia yang diberikan Allah sama potensinya. Waktu sehari semalam, sama 24 jam. Segala kelengkapan hidup begitu sempurna dirancang oleh sang Maha Pencipta. Namun, dalam perjalanannya, hasil kerja hasil ikhtiarnya akan berbeda.

Apa yang membedakannya? Salah satu kuncinya, BERGERAK atau TIDAK BERGERAK ? Seperti air di kolam tadi, ketika airnya terus bergerak, akan memberikan kehidupan yang lebih dibanding yang tidak bergerak. Manusia pun demikian. Ketika manusia memanfaatkan segala potensinya, dengan ikhtiar maksimal, tentu hasilnya beda dengan yang malas, pasif, dan tidak mau bergerak.

Yups, inilah hikmah sederhana, dari hal sederhana. Namun, mudah-mudahan tetap membri manfaat. Insya Allah !:):D;)
Termasuk Kategori : Cerita Kang Deni, Menata Hati, Motivasi
0 Komentar untuk "Sebuah Filosofi dari Air Mancur"

Back To Top