Belajar Memaksakan Perbuatan Baik

BACA JUGA :

Keluarga Besar SSG Angkatan 29 Tahun 2015
Ada sebuah cerita dari Aa Deeda ( adik kandung Aa Gym ) ketika mengisi salah satu sesi Diklat SSG angkatan 29 lalu. Sederhana, tapi subhanalloh, benar-benar menginspirasi. Ceritanya begini :
Ada sebuah perahu agak besar, ditumpangi banyak penumpang. Dari mulai anak kecil hingga kakek-kakek. Melajulah perahu ke tengah laut. Suasana tampak hening. Semuanya menikmati keindahan laut.

Tapi tiba-tiba ada seorang ibu yang menjerit dan berteriak, " Tolong, anakku tenggelam!". Begitulah teriakan panik ibu itu. Tapi tidak ada seorangpun yang peduli untuk menolong anak tersebut.
Si ibu makin keras berteriak, tapi masih tidak ada yang menolong. Si ibu hampir putus asa. Tapi, tiba-tiba terdengar suara, " byurrrr!". Ternyata seorang kakek terjun ke laut. Dengan sekuat tenaga si kakek berenang, dan akhirnya bisa menggapai tangan anak kecil tersebut, lalu menaikkannya ke atas perahu.

Seluruh penumpang bersorak gembira, sambil memuji si kakek. " Kakek hebat", " Kakek luar biasa", dan teriakan pujian lainnya. Mendengar seluruh sambutan meriah penumpang, ternyata si kakek malah marah-marah. Sambil bertolak pinggang, ia bicara keras, " Siapa yang telah mendorong ku tadi?" Ternyata si kakek tadi ada yang mendorong hingga ia terjun ke laut.

Dari kisah sederhana ini, ada sebuah pelajaran, ternyata berbuat baik itu, bisa karena kesadaran sendiri. Atau, malah awalnya karena paksaan, atau situasi yang memaksa.

Yups, walau awalnya perlu paksaan, marilah kita berlomba-lomba mempersembahkan yang terbaik bagi hidup ini, yang hanya sebentar dan sementara.

Semangat...semangat...semangat !





Termasuk Kategori : Cerita Kang Deni
0 Komentar untuk "Belajar Memaksakan Perbuatan Baik"

Back To Top