Abad Khilafah, Sebuah Puisi Persembahan Abah Hideung

BACA JUGA :

Abah Hideung, sebuah nama yang awalnya terdengar seram, berkulit gelap dan sangar:):). Eh ternyata ketika saya bertemu dengan Pimpinan Ponpes An Nizhamiyah Sukabumi ini di sebuah acara dakwah, kesan seram itu hilang. Abah Hideung ( karena suka berpakaian hitam-hitam ) adalah sosok yang ramah dan familiar.

Pada acara Rapat dan Pawai Akbar ( RPA ) di Gelora Bung Karno Jakarta, beberapa waktu lalu, Abah Hideung membacakan sebuah puisi tentang perjuangan Khilafah. Berikut puisinya :

ABAD KHILAFAH

Pekik khilafah, adalah fajar mengawali siang
Teriak khilafah, adalah kilat mendahului guntur
Gema khilafah, adalah pijar menandai ledakan

sebuah matematika bagi rumus kebangkitan
Bukan sekepul asap dari seonggok kemenyan

Planet bumi, adalah buku semesta manusia
abad-abadnya, adalah tumpukkan peristiwa
Ruang-ruangnya, adalah pergiliran perubahan
Hingga orang berkata : semua abad telah bernama
Kecuali satu abad, yakni abad mendatang

Jika langit selapis harus habis terbakar
Jika bumi sejagat mesti pecah terbelah
Jika umur dunia hanya tinggal sehari
Jika segenap tatanan punah binasa
Namun syariat langit akan tegak menjulang
Dan niscaya, abadnya akan bernama
ABAD KHILAFAH, dengan seizin Tuhan
Kepastian Tuhan
Perjanjian al Mushtafa
Api para mukmin
Dentang lonceng kehidupan

Pertanda, bahwa di seluruh ufuk
Matahari Syariah akan bersinar
di abad yang sudah bernama
Abad khilafah...!!!!
Allahu Akbar.....!!!!

(Catatan RPA 2015 )
Termasuk Kategori : agenda muslim
0 Komentar untuk "Abad Khilafah, Sebuah Puisi Persembahan Abah Hideung"

Back To Top