Kisah Penulis Cerpen dan Mahasiwa

BACA JUGA :

Sahabat PAI yang baik hatinya. Segala hal dalam kehidupan ini, mengandung hikmah dan pembelajaran bagi kita. Menjadi penambah keimanan dan keyakinan terhadap Allah pengatur alam semesta. Itu akan terjadi, jika kita peka dan pandai mentafakurinya.

Sahabat PAI pecinta denikurnia.com. Begitupun dengan cerita atau kisah. Ia bisa menjadi jalan terbukanya kesadaran, keinsyafan, dan kemauan berubah. Kali ini denikurnia.com menyajikan sebuah cerita penuh makna, karya Muhammad Akhsan. Yu kita baca aja....

Penulis cerpen itu berkata, " Saya gak habis fikir, mengapa umat Islam begitu marah dan emosional, ketika melihat al Quran dibakar dan dihina orang lain? Bukankah itu hanya sekedar kertas. Al Quran seyogyanya utuh dan tidak terjamah di Lauh Mahfudz".

Suasana hening. Si penulis cerpen lalu memamerkan buku terbarunya, buku kumpulan cerpen. Tiba-tiba seorang mahasiswa menghampiri dan berkata, " Pak penulis, bolehkah saya pinjam buku cerpen bapak?". Si penulis menjawab, "Oh silakan, ini buku kumpulan cerpen terbaik karya saya."

kemudian tak dinyana, si mahasiswa itu merobek-robek beberapa lembar buku si penulis tadi. Sang penulis cerpen marah, " Lho, buku itu saya pinjamkan untuk kamu baca. Ini malah dirobek-robek. Kamu sengaja memancing emosi saya?"

Si mahasiswa tersenyum, " Pak, ini kan hanya sekedar kertas. Seyogyanya, isi dari buku ini ada di benak dan fikiran bapak. Mengapa bapak emosional begitu? Asal bapak tahu, Al Quran itu dipinjamkan oleh Allah untuk dibaca dan dipelajari, bukan untuk dibakar dan diinjak-injak."

Si penulis cerpen tersenyum dan meminta maaf atas kesalahan perkataannya tadi.

Demikian cerita sederhana ini semoga menjadi bahan tafakur dan penuh hikmah.

Ilaa liqo...
Www.denikurnia.com
Termasuk Kategori : Cerita Hikmah
0 Komentar untuk "Kisah Penulis Cerpen dan Mahasiwa"

Back To Top