Video Kelakuan Anak tergantung Guru dan Orang Tuanya

BACA JUGA :

DENIKURNIA.COM - Sahabat PAI yang baik hatinya, lembut tutur katanya, alhamdulillah kita bisa bersilaturahim lagi. Tak lupa admin denikurnia.com mengucapkan " Selamat Tahun Baru 1437 H", semoga menjadi pemacu bagi kita untuk hijrah dari kebodohan menuju cerdas, dari kemalasan menuju kreativitas, dari keengganan untuk beribadah menuju semangat berbuat yang terbaik bagi diri, keluarga, dan agama. Insya Allah...

Melihat fenomena hari-hari ini, kita di"jejali" dengan informasi tawuran pelajar, pemerkosaan, pembunuhan, atau pergaulan remaja yang makin bebas. Belum lagi kita sedang krisis " degradasi" rasa malu. Beberapa waktu lalu, Bu Yuliana Gultom men-share foto-foto anak sekolah yang sedang berpelukan, berciuman, ataupun tingkah kurang terpuji lainnya, di media sosial. Sepertinya ada rasa bangga di jiwa para pelaku ini, bisa melakukan perbuatan dosa, dan dilihat, di-like, dan dikomentari teman-temannya. Ini tanda rasa malu sudah tidak ada. Ini jelas penyimpangan perilaku pada diri pelajar/remaja.

Penyebab Perilaku Menyimpang Anak
Menurut Yani Aryaswari dalam blognya, beberapa penyebab penyimpangan perilaku anak adalah sebagai berikut :

  • Sikap mental yang tidak sehat membuat orang tidak pernah merasa bersalah atau menyesali perilakunya yang dianggap menyimpang.
  • Proses belajar yang menyimpang. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. Hal itu dapat membuat seseorang ingin meniru tokoh yang ada di tayangan tersebut walaupun itu adalah termasuk perilaku menyimpang.
  • Lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi perkembangan sikap dan perilaku seseorang. Biasanya orang akan mengikuti dan beradaptasi dengan lingkungan pergaulannya walaupun itu sudah termasuk perilaku menyimpang.
  • Ketidakharmonisan keluarga memicu stres terutama pada anak remaja. Mereka menjadi semakin labil karena tidak mendapat perhatian dari orangtuanya.
  • Mencari perhatian juga menjadi sebab terjadinya perilaku menyimpang. Kemungkinan itu disebabkan oleh kurangnya perhatian dari orangtua dan gurunya sehingga dia selalu berusaha untuk mendapatkan perhatian dari orang lain walaupun itu menyimpang.
Apakah perilaku guru dan orang tua mempengaruhi perilaku anak/murid?
Guru adalah contoh atau model bagi anak. Tidak dapat disangkal bahwa contoh guru mempunyai pengaruh yang sangat kuat bagi anak, sehingga Schweitz mengatakan bahwa ada tiga prinsip dalam mengembangkan anak  yeitu pertama contoh, kedua contoh dan ketiga contoh. Guru merupakan model bagi anak baik positif maupun negatif dan turut memberikan pola bagi way of life anak. Begitu juga orang tua, perannya sama. Menjadi contoh bagi anak-anaknya. 

Dalam literatur kita temui istilah, " Guru kencing berdiri, murid kencing berlari". Ini mengandung pengertian bahwa apa yang dilakukan guru, cenderung ditiru oleh muridnya. Anak adalah peniru ulung. Tak terbayang malunya bila seorang guru memarahi muridnya yang merokok, padahal dia sendiri perokok hebat. Guru menghukum siswa yang pacaran, padahal gurunya pun kurang menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya.

Benarkah Kelakuan murid/anak tergantung guru/orang tuanya?
Bila melihat paparan di atas, di mana guru dan orang tua sebagai teladan, sebagai contoh, ya memang sedikit banyaknya akan berpengaruh kepada perilaku anak/murid. Anak/murid akan melihat dan cenderung meniru apa yang dilakukan gurunya. 

Demikian sahabat, paparan mengenai kelakuan guru dan orang tua akan mempengaruhi perilaku anak atau muridnya. Tak ada lain maksud artikel ini, sebagai penyadaran bagi saya khususnya, untuk menjadi guru yang bisa menjadi contoh baik bagi murid-muridnya.


Akhir kalam, sebagai HADIAH Tahun Baru, denikurnia.com memberikan sebuah video istimewa, menjadi bahan renungan untuk kita semua. Bagi yang berminat silakan klik tautan berikut :



Termasuk Kategori : Download, Guru Hebat
0 Komentar untuk "Video Kelakuan Anak tergantung Guru dan Orang Tuanya"

Back To Top