Selamat Jalan Sahabat Sabiq (SSG-29), Kehidupan Baru Menantimu!

BACA JUGA :

DENIKURNIA.COM - Menurut Alex Palit di TribunNews, Ucapan itu adalah doa, begitu kata orang bijak. Jadi kita harus berhati-hati dalam menjaga omongan atau kata-kata yang terlontar dari mulut kita, atau kata-kata yang kita tulis di media sosial, karena apa yang ucapkan atau kita tuliskan  itu adalah juga doa.

Kalau ucapan kita bernada baik dan indah pastinya akan berbuah yang baik dan indah-indah, justru yang harus kita dihindari jika ucapan itu bernada tidak baik atau berkonotasi negatif ditakutkan akan berakibat buruk yang tidak kita inginkan. Karena apapun ucapan yang terlontar dari mulut kita adalah doa juga.
Apa hubungannya dengan gambar di atas?
Beliau adalah sahabat saya di Diklat Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid angkatan 29, Namanya Sabiq Ismatulloh Algifar,  masih muda, dan ketika beraktivitas di diklat, sering disebut dengan nama "Ustad Yusuf Mansur", karena memang mirip. Tanggal 6 Oktober 2015, menulis status di Facebook, " Akupun yakin bahwa kematian bukan akhir hidupku, karena setelah kematian ada kehidupan selanjutnya yang menantiku". 
Sebuah kesadaran bahwa kehidupan sesungguhnya adalah nanti di akhirat. Kehidupan yang abadi, tak akan ada kematian lagi. Hidup di dunia hanyalah persinggahan sementara. Hidup di dunia adalah ladang untuk berkarya dan beramal sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya, sebagai bekal di kehidupan setelah kematian.
Sahabat Sabiq, hari Sabtu, 10 Oktober 2015 kemarin meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, di Purwakarta. Sementara beliau tinggal di Majalaya Bandung. Semoga arwah beliau diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. 
Di hari-hari menjelang ajal menjemputnya, Sabiq berusaha terus menyadarkan dirinya untuk menjadi hamba Allah terbaik, salah satunya dengan kata-katanya yang terbaik, mengandung kemanfaatan dan pelajaran. Beliau sadar bahwa kata-kata adalah doa, dan akan kembali kepada yang mengucapkannya. Beliau juga menyadari bahwa setiap kata, dicatat oleh Allah SWT. 
Sungguh beruntung Sahabat Sabiq, di akhir kehidupannya, meninggalkan kalimat penuh makna bagi kami yang ditinggalkan, menjadi pelajaran bagi kami yang menunggu giliran dipanggil yang Maha Kuasa. Mengenang saat-saat kita bersama, berkumpul dalam sebuah perjuangan untuk mengubah diri menjadi pribadi berkarakter BAKU, baik dan kuat. Sahabat, yu kita senandungkan kembali nasyid Doa Rabithah dari Shoutul Harokah, yang sering kita dendangkan, untuk memacu semangat....
Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpaduberhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatanbersatu dalam perjuanganmenegakkan syariat dalam kehidupanKuatkanlah ikatannyakekalkanlah cintanyatunjukilah jalan-jalannyaterangilah dengan cahayamuyang tiada pernah padamYa Rabbi bimbinglah kamiLapangkanlah dada kamidengan karunia imandan indahnya tawakal padaMuhidupkan dengan ma'rifatMumatikan dalam syahid di jalan MuEngkaulah pelindung dan pembela

Kata-kata adalah doa......

Ucapan dan tulisan yang sia-sia, buruk, akan berakibat buruk juga bagi yang mengucapkannya. Sebaliknya, ucapan yang baik akan mendatangkan kebaikan bagi yang mengucapkannya.

Selamat jalan Sahabat......Syurga menantimu. Insya Alloh

Termasuk Kategori : Daarut Tauhiid
0 Komentar untuk "Selamat Jalan Sahabat Sabiq (SSG-29), Kehidupan Baru Menantimu!"

Back To Top