Kodok Rebus

BACA JUGA :

DENIKURNIA.COM- Di KRL Commuter arah Depok-Bekasi, di tengah berjubelnya penumpang, ada hal yang sedikit menghibur, menarik. Di LCD display, ada tayangan menarik "banget", dari Linikini Ads. Judulnya, Kodok Rebus". Loh, apa menariknya? Begini kira-kira yang berhasil direkam dalam benak saya.

Coba ambil seekor kodok dan masukkan ke dalam panci berisi air, simpen di kompor dan panaskan.

Makin panas airnya, si kodok tetap bertahan dan menyesuaikan suhu tubuhnya dengan air. Namun air semakin panas, maka loncatlah si kodok hendak keluar panci.

Namun apa daya, air terlalu panas hingga tubuhnya menjadi lemas dan akhirnya kodok mati.

Pertanyaannya, apa yang menyebabkan si kodok mati?

Si kodok mati bukan karena air yang panas. Ia mati karena salah dalam mengambil keputusan, kapan ia harus bertahan, dan kapan ia harus loncat. Dan ternyata, ia terlambat mengambil keputusan untuk keluar dari panci, hingga tak sempat lagi menyelamatkan diri.

Pelajaran yang bisa diambil

Terkadang kita memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan, berinteraksi sosial dengan lancar. Namun di saat yang sama, kita juga harus memiliki sikap waspada, kapan kita harus bertahan dalam sebuah lingkungan, dan bahkan bisa merubahnya. Atau ketika kita mentok tidak bisa merubah, dan kita dikhawatirkan terbawa arus keburukan, kita juga
harus jeli kapan kita mengambil keputusan untuk keluar dari lingkungan itu.

Bertahan atau pergi dari suatu kondisi, adalah pilihan. Kearifan kita dalam mengambil keputusan, adalah sebuah keniscayaan. Salah dalam memutuskan, berakibat fatal. Jangan deh menjadi kodok yang pede bisa bertahan, dan terlambat keluar, akhirnya mati.

Yups, sahabat, semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi hidup kita. Aamiin...

Salam,
denikurnia.com
Termasuk Kategori : Cerita Hikmah
0 Komentar untuk "Kodok Rebus"

Back To Top