Antara Aku, Kau, dan Facebook

BACA JUGA :

DENIKURNIA.COM - Tak sengaja,ketika makan di sebuah rumah makan padang, tertera sebuah stiker, judulnya " Lebih sering Buka jejaring sosial dibanding Al Qur'an, mau sampai kapan?"

Pertanyaan ini mengingatkan pada beberapa kejadian ( tentu atas takdir Allah). Adik, nikah dengan seorang pemuda Depok. Perkenalannya cukup simpel dan tak terlalu lama juga. Kapan? Melaui apa? Ternyata, wasilahnya ya melalui akun Facebook. Dan keponakan saya juga sama, nikah dengan pria idamannya, perkenalannya melalui Facebook juga.

Hal yang baru kami alami juga, wasilahnya sama. Alumni SMEA Trisakti Baturaja, Sumatera Selatan ( istri saya salah satu alumninya), setelah 20 tahun tidak bertemu, alhamdulillah bisa dipertemukan di Pantai Carita dalam bingkai acara " Reuni". Komunikasinya melalui Facebook juga.

Adakah sisi negatif Facebook ?
Kalau membaca paparan di atas, sepertinya Facebook itu, berguna sekali. Memang harus diakui, dengan jalan lantaran media sosial, banyak yang jauh jarak ataupun jauh hubungan silaturahimnya, bisa didekatkan. Namun, tak jarang juga yang asalnya teman akrab, gara-gara salah dalam membuat status dan komentar, akhirnya terjadi pertengkaran. 

Kalau melihat media TV, banyak juga kasus hukum yang menimpa para "netizen", gara-gara salah dalam menulis di media sosial, harus beurusan dengan hukum. Facebook juga menjadi alat bagi para manusia " asusila" untuk melancarkan kegiatan kejahatannya, berupa perjudian, pelacuran, ataupun penipuan.

Pertanyaannya, bila kita memperhatikan dampak positif dan negatif dari Facebook, apa yang harus kita lakukan dengan media sosial yang satu ini?
Jawaban sahabat pasti sama, bahwa kita harus berhati-hati dalam menulis. Menekadkan dalam hati, bahwa Facebook harus menjadi media penuh makna, menjadi tempat berbagi ilmu dan pengalaman, menjadi ajang silaturahmi secara Islami.

Langkah selanjutnya, kita mencoba untuk memperbanyak kegiatan positif lainnya dibanding hanya sibuk dengan "update" status, menunggu di"like" dan menanti komentar. Hidup kita terlalu singkat untuk mengerjakan hal-hal yang kurang bermanfaat.

Insya Allah kita bisa sedikit demi sedikit meninggalkan sesuatu yang kurang bermakna, dan dengan penuh semangat berusaha mengerjakan sesuatu yang penuh makna dan nilai.
Setuju?
Termasuk Kategori : Media Sosial
0 Komentar untuk "Antara Aku, Kau, dan Facebook"

Back To Top