Betapa Susahnya Menyebut Allah

BACA JUGA :


DENIKURNIA. COM- Sering kita melihat di televisi, terutama dalam acara infotainment, seorang artis ketika diwawancarai, mengatakan "yang di atas" untuk menyebut nama Tuhan. Entah sadar atau tidak, bila dia seorang muslim, perkataan tersebut sedikitnya melunturkan imannya. Mengapa?

Mengatakan, "yang di atas" untuk menyebut nama Allah Swt, sama dengan menganggap Allah yang Maha Suci, Maha Gagah, memiliki tempat, bermukim seperti makhluk. Jelas ini merusak akidah.

Di sisi lain, perkataan "yang di atas" akan menjadi kabur dilihat dari arah tujuan perkataan tersebut. Mungkin saja, "yang di atas" itu cicak, tikus, atau lebah dll. Tapi jadi rancu juga, ketika konteks perkataannya, bahwa "yang di atas" itu tertuju kepada Sang Maha Pencipta.

Mengapa susah sekali kita menyebut "Allah" untuk mengatakan sesuatu yang memang bersumber dari kasih sayang-Nya? Mengapa kita harus malu mengatakan "Allah" dalam setiap ucapan lisan kita? Bukankah Allah adalah segalanya, pelindung, pengurus, dan pengayom kita.

Sahabat, betapa susahnya menyebut Allah bagi sebagian saudara kita, betapa susah menyebut nama-Nya dalam setiap pembicaraan kita.

Allah, tempat semua makhluk bergantung. Allah, tempat segala doa dan harap tertuju. Hanya Dia yang berhak disembah dan hanya Dia tempat kita memohon. Maka, sebutlah Allah dalam lisan kita, hadirkan Allah dalam setiap gerak-gerik kita. Insya Allah....

posted from Bloggeroid

Termasuk Kategori : Motivasi
0 Komentar untuk "Betapa Susahnya Menyebut Allah"

Back To Top