Ippho Santosa : “Hati-hati, Setiap Keinginan Harus Diteliti”

BACA JUGA :

DENIKURNIA.COMCyber Team SSG 29 memposting sebuah artikel yang menarik dari Ippho Santosa, melalui grup WA. Sengaja saya repost di denikurnia.com, dengan niatan agar pembaca artikel ini lebih jauh jangkauannya, menebar manfaat seluas-luasnya. Oh ya SSG ( Santri Siap Guna) angkatan 29 memiliki grup WA yang lumayan ramai, banyak artikel bermanfaat, dan tentu silaturahim alumni lebih terjalin. Kembali ke “laptop”, berikut selengkapnya tulisan di posting tersebut :
“Hati-hati, setiap keinginan harus diteliti...Boleh ikhtiar mati-matian, hanya untuk sesuatu yang bisa dibawa mati....Sesuatu yang nggak abadi, ngapain dimasukkin ke  hati? “ Itulah pesan guru saya jauh-jauh hari. Dan perlu kita resapi. 
Apakah mobil dan rumah bisa dibawa mati? 
Hm, karena anda sudah sering membaca tulisan saya, pastilah Anda menjawab, “Bisa!” Pakailah mobil dan rumahnya untuk kebaikan. Misal, mencari nafkah, mencari ilmu, mengantar anak, mengantar tamu, dll. Insya Allah mobilnya kelak dibawa mati sebagai amal kebaikan. Right? 
 Bahkan mencari nafkah dan mencari ilmu itu terhitung jihad, bukan ibadah biasa. Telah diserukan di mana-mana, berjuang atau ber-jihad-lah di jalan Allah. Sekali lagi, di jalan Allah, bukan di jalan Thamrin sambil nenteng-nenteng senjata. 
 Sambil bercanda, teman saya ngomong begini, “ Biarlah Fortuner atau Pajero, yang penting punya sendiri. Daripada motor seken tapi nyewa. “ Hehe. Yang belum punya mobil, semoga segera ya, beli cash. Amin. Saya bantu doain. Lebih baik bilang amin, daripada tersinggung lahir batin, he he.” 
 Tapi, inilah keluhan mereka :
“ DP sih masih bisa, tapi nyicilnya itu lho.”
“ Teror pasti berlalu, cicilan belum tentu.”
“ Teroris, kami tidak takut. Debt collector, barulah kami takut.” 
 Hehe, ada-ada saja. Mendengar celetukan ini, saya Cuma tersenyum. Menurut saya, karena itulah kita perlu belajar memperbesar Self-Capacity, sehingga Outer Problem mengecil dengan sendirinya. Termasuk cicilan dan tagihan. 
 Di seminar Meraih Rp 100 juta, pertama saya menuntun peserta step by step untuk memperbesar Self-Capacity. Termasuk memiliki mobil impian dan rumah impian. Sekalian berumrah. Nggak terlalu sulit, ternyata. Ingatlah, ganteng nggak jaminan. BPKB dan sertifikat tanah baru bisa jadi jaminan, he..he.. 
 Terus baiknya, punya mobil dulu, atau punya rumah dulu? Lebih baik punya mobil sekalian garasinya. Nggak usah ketawa. Bilang amin lagi, he he. Dalam berdoa, biasakan pakai ‘dan’ bukan ‘atau’. Dua-duanya boleh kok, nggak usah salah satu. Buktinya, bertahun-tahun Anda berdoa agar selamat dunia akhirat, bukan salah satu. Bukankah begitu? 
 Punya motor, yah disyukuri. Itu mesti seken dan masih nyicil, tetap disyukuri. Nunggak-nunggak, tetap disyukuri. Sambil berusaha lebih baik lagi. Bukan untuk gaya sana-sini. Tapi niatnya untuk menyamankan keluarga yang dinafkahi. Sekiranya niat baik sudah dimiliki, Yang Maha Baik tentulah memudahkan, itu pasti. 
 Sekali lagi, mari perbaiki niat kita saat menginginkan sesuatu. Ada Allah dalam setiap keinginan kita. Niat itu salah satu cara memperbesar Self-Capacity..... 
 Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan Anda senantiasa. Semoga hidup Anda berkah berlimpah. Doakan juga saya dan keluarga saya....


BC by Salbi ( Cyber Team ), Salam BRTT
Termasuk Kategori : Daarut Tauhiid, Motivasi
0 Komentar untuk "Ippho Santosa : “Hati-hati, Setiap Keinginan Harus Diteliti”"

Back To Top