Kisah Cendekiawan dan Tukang Perahu

BACA JUGA :


DENIKURNIA.COM – Seorang cendekiawan menumpang perahu di sebuah danau. Ia bertanya kepada tukang perahu.
“ Sobat, pernahkah anda mempelajari Matematika?”
“ Tidak”
“ Sayang sekali, berarti Anda telah kehilangan seperempat dari kehidupan Anda. Atau barangkali Anda pernah mempelajari ilmu filsafat?”
“ Itu juga tidak”
“ Dua kali sayang, berarti Anda kehilangan lagi seperempat dari kehidupan Anda. Bagaimana dengan sejarah?”
“ Juga tidak.”
“ Artinya seperempat lagi kehidupan Anda telah hilang.”

Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang. Perahu yang mereka tumpangi pun menjadi oleng. Cendekiawan itu pucat ketakutan. Dengan tenang tukang perahu bertanya,

“ Apakah Anda pernah belajar berenang?”
“ Tidak.”
“ Sayang sekali, berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda!”

Makin tinggi hati, makin sakin bila jatuh

Kisah cendekiawan yang sombong di atas mengingatkan saya kepada sebuah cerita. Ada seorang profesor dalam bidang  Geocoastal morphologist, sebuah cabang ilmu mengenai  perpantaian yang sangat langka dimiliki ilmuwan lain. Ia berdiri di sebuah tempat dan ditegur seorang nelayan,
“ Tuan, jangan berdiri di situ, tempat itu sangat berbahaya.”
Dengan tertawa ngakak profesor itu berkata, “ Di dunia ini tidak banyak orang yang lebih mengerti seluk beluk perpantaian di banding saya.”

Ucapannya itu adalah kata-katanya yang terakhir ia ucapkan. Ombak menerjang di tempat ia berdiri, menyeretnya ke laut, dan ia hilang lenyap.

Gambar dari Google


Termasuk Kategori : Cerita Hikmah
0 Komentar untuk "Kisah Cendekiawan dan Tukang Perahu"

Back To Top