Dua Suara Yang Dilarang Rasulullah SAW

BACA JUGA :


DENIKURNIA.COM- Rasulullah SAW adalah contoh terbaik bagi umat manusia. Segala ucapannya, sikapnya, suruhannya, ataupun larangannya, tentu membawa kebaikan.

Terhadap larangannya, kita sebagai umatnya, tentu harus menjauhi dan tidak melaksanakannya.

Ada dua larangan Rasulullah SAW, sebagaimana dalam hadits berikut :

اِنَّمَا نَهَيْتُ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ صَوْتُ مِزْمَارٍ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَ صَوْتُ رَنَّةٍ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ

“Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan)

Larangan Pertama :
Suara Seruling

Tentu ini bermakna luas. Termasuk segala jenis musik ( yang melenakan dari mengingat Allah), menjadi bagian dari larangan ini. Saya tidak akan membahas hukum musik dari sisi fiqh Islam, karena tentu akan banyak khilafiah, banyak beda pendapat.

Di masyarakat, kini marak musik dan nyanyian, yang "boro-boro" menjadikannya sebagai sarana penambah iman, malah sebaliknya, menjauhkannya dari ingat kepada Allah.

Bahkan, dalam acara sakral pernikahan misalnya, yang notabene sebagai ibadah, malah "nanggap" dangdutan, dengan menampilkan penyanyi berbusana minim. Astaghfirullah....

Larangan Kedua :
Tangisan Keras ketika mendapat musibah

Sekali lagi, apapun ketentuan dari Allah, itu pasti baik bagi makhluk-Nya. Walau mungkin terasa pahit, tapi skenario Allah bagi hidup kita, tentu bernilai baik.

Dalam menyikapi suatu kepahitan, musibah, Rasul mulia melarang kita untuk menangisinya secara berlebihan. Sedih boleh, tapi menangis sampai meraung-raung, meratapi secara berlebihan, itu tidak bagus. Bahkan bisa mendatangkan dosa. Sikap terbaik, sabar.

Demikianlah uraian singkat tentang dua larangan Rasulullah kepada umatnya.

Semoga bermanfaat !

posted from Bloggeroid

Termasuk Kategori : Cinta Nabi, Ibadah, Mutiara Hadits
0 Komentar untuk "Dua Suara Yang Dilarang Rasulullah SAW"

Back To Top