Hadits-hadits tentang Keutamaan Menahan Marah

BACA JUGA :

DENIKURNIA.COM – “ Laa taghdhob walakal jannah”, janganlah kau marah maka bagimu syurga. Demikianlah perkataan mulia dari sang Nabi akhir jaman. Marah-marah itu tidak nyaman, bukan saja dirasakan oleh orang yang dimarahi, namun orang yang marahnya pun tidak enak, tidak nyaman. Hanya ada satu kata yang perlu kita lakukan untuk meminimalisir sifat marah ini, yaitu “ mujahadah”, bersungguh-sungguh untuk berlatih menahan marah.


Sebagai rujukan, berikut ini saya tampilkan beberapa hadits tentang sifat marah, yang diambil dari terjemahan kitab “ Riyadhus Shalihin”. Selamat membaca !

Hadits #1
Dari Abu Hurariah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bukanlah orang yang keras - kuat - itu dengan banyaknya berkelahi, hanyasanya orang-orang yang keras - kuat - ialah orang yang dapat menguasai dirinya di waktu sedang marah-marah." (Muttafaq 'alaih)

Ashshura-ah dengan dhammahnya shad dan fathahnya ra', menurut asalnya bagi bangsa Arab, artinya ialah orang yang suka sekali menyerang atau membanting orang banyak (sampai terbaring atau tidak sadarkan diri).

Hadits #2
Dari Sulaiman bin Shurad r.a., katanya: "Saya duduk bersama Nabi s.a.w. dan di situ ada dua orang yang saling bermaki-makian antara seorang dengan kawannya. Salah seorang dari keduanya itu telah merah padam mukanya dan membesarlah urat lehernya, kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Sesungguhnya saja niscayalah mengetahui suatu kalimat yang apabila diucapkannya, tentulah hilang apa yang ditemuinya -kemarahannya, yaitu andaikata ia mengucapkan:
"A'udzu billahi minasy syaithanir rajim," tentulah lenyap apa yang ditemuinya itu. Orang-orang lalu berkata padanya - orang yang merah padam mukanya tadi: "Sesungguhnya Nabi s.a.w. bersabda: "Mohonlah perlindungan kepada Allah dari syaitan yang direjam." (Muttafaq 'alaih)

Hadits #3
Dari Mu'az bin Anas r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia kuasa untuk meneruskannya - melaksanakannya – maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengundangnya di hadapan kepala - yakni disaksikan –sekalian makhluk pada hari kiamat, sehingga disuruhnya orang itu memilih bidadari-bidadari yang membelalak matanya dengan sesuka hatinya."

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

Hadits #4
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ada seorang lelaki berkata kepada Nabi s.a.w.: "Berilah wasiat padaku." Beliau s.a.w. bersabda: "Jangan marah." Orang itu mengutanginya berkali-kali tetapi beliau s.a.w. tetap bersabda: "janganlah marah." (Riwayat Bukhari)

Keterangan:
Yang perlu dijelaskan sehubungan dengan Hadis ini ialah:
(a)  Orang yang bertanya itu menurut riwayat ada yang mengatakan dia itu ialah Ibnu Umar, ada yang mengatakan Haritsah atau Abuddarda'. Mungkin juga memang banyak yang bertanya demikian itu.
(b)  Kita dilarang marah ini apabila berhubungan dengan sesuatu yang hanya mengenai hak diri kita sendiri atau hawa nafsu. Tetapi kalau berhubungan dengan hak-hak Allah, maka wajib kita pertahankan sekeras-kerasnya, misalnya agama Allah dihina orang, al-Quran diinjak-injak atau dikencingi, alim ulama diolok-olok padahal tidak bersalah dan lain-lain sebagainya.
(c)  Yang bertanya itu mengulangi berkali-kali seolah-olah meminta wasiat yang lebih penting, namun beliau tidak menambah apa-apa. Hal ini kerana menahan marah itu sangat besar manfaat dan faedahnya. Cobalah kalau kita ingat-ingat, bahwa timbulnya semua kerusakan di dunia ini sebagian besar ialah kerana manusia ini tidak dapat mengekang hawa nafsu dan syahwatnya, tidak suka menahan marah, sehingga menimbulkan darah mendidih dan akhirnya ingin menghantam dan membalas dendam.


Demikianlah beberapa hadits tentang marah dan keutamaannya untuk menahannya. Semoga kita bisa bersungguh-sungguh mengelola sifat yang satu ini, agar kita mendapatkan pertolongan dari Allah Swt. Amiin.
Termasuk Kategori : Mutiara Hadits
0 Komentar untuk "Hadits-hadits tentang Keutamaan Menahan Marah"

Back To Top