Renungan: Ketika Rahmat Dianggap Bencana

BACA JUGA :

Renungan: Ketika Rahmat Dianggap Bencana

Imam Al BaidlĂ´wi (w. 685 H) dalam tafsirnya menjelaskan tentang firman Allah Surat Al Anbiya:107 (Dan tiadalah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam), “Sesungguhnya apa-apa (syariah) yang Nabi Muhammad SAW diutus dengannya adalah sebab bagi kebahagiaan dan kebaikan kehidupan dunia dan akhirat"

Akan tetapi sebagian manusia dewasa ini justru ketakutan dengan rahmat Allah ini. Mereka menganggap syariah Islam tersebut berbahaya dan tidak layak diterapkan.

Setidaknya ada dua fakkor yang mempengaruhinya.

Pertama, karena sakit.
Hukum-hukum Allah yang sejatinya merupakan rahmat-Nya, tidaklah berarti sama sekali bagi orang-orang yang sedang ‘sakit’, bahkan justru terasa pahit bagi mereka.

Penyakit tersebut adalah kekafiran, kesyirikan, kemunafikan, dan kefasikan yang bersemayam di dalam hati mereka. Penyakit-penyakit ini membuat pengidapnya membenci hukum-hukum Allah dan menganggapnya sebagai bencana.

Kedua, karena risalah yang menjadi sebab rahmat itu tidak diamalkan.
Selezat apapun suatu makanan, jika hanya dibaca resepnya, dipelajari berulang nilai gizinya, namun tidak dimakan, maka lezatnya tidak akan terasa. Sebaik apapun sistem kehidupan yang Allah syari’atkan, jika tidak diamalkan dalam kehidupan niscaya tidak akan terasa pula keberkahannya.

Perlu dipahami bahwa Syariah Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah secara individual saja, melainkan juga mengatur urusan ekonomi, sosial, politik, pendidikan, persaksian, persanksian dll. Oleh sebab itu, #Syariah Islam sebagai rahmat yang agung ini tidak akan bisa diamalkan secara sempurna tanpa Negara #Khilafah, sebagai institusi yang memiliki hak menerapkan hukum-hukum syariah tadi secara sempurna.

Karena itu, mari bersama-sama memperjuangkannya, agar rahmat-Nya dapat tersebar ke seluruh umat manusia dan penjuru alam semesta ini, dan tidak ada lagi yang menganggapnya sebagai bencana.

#Syariah dan #Khilafah Mewujudkan #IslamRahmatanLilAlamin

Sumber : Telegram HTI

posted from Bloggeroid

Termasuk Kategori : Dunia Muslim
0 Komentar untuk "Renungan: Ketika Rahmat Dianggap Bencana"

Back To Top