Ironi Setelah 71 Tahun Kemerdekaan

BACA JUGA :

Usia 71 tahun bukan saja matang, tetapi sudah tua. Tapi di usia setua ini, bangsa dan negeri ini belum merdeka. Secara fisik mungkin sudah, tapi secara non-fisik belum.

Kisruh Tanjungbalai, Freeport dan separatisme adalah fakta. Hancurnya Rupiah dan cengkeraman kartel dan mafia asing dan aseng adalah fakta. Lemahnya negara di hadapan mereka, sementara begitu perkasa ketika menindak umat Islam adalah fakta.

Masihkah kita menutup mata, bahwa bangsa dan negeri ini belum merdeka? Umat Islam lemah, terpinggirkan, bahkan nyaris tertindas. Mengapa?

Sabda Nabi SAW, “Ucapkanlah satu kata, jika kalian memberikannya, maka seluruh bangsa Arab akan tunduk kepada kalian, dan orang non-Arab akan membayar jizyah kepada kalian". Nabi melanjutkan, “Katakanlah, tiada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah. Muhammad adalah utusan Allah"

Nabi SAW mendapatkan kekuasaan di Madinah, yang mana kalimat tauhid dijadikan dasar negara. Setelah itu, seluruh Jazirah Arab tunduk dan menjadi wilayah Negara Islam. Imperium Romawi dan Persia tunduk kepadanya.

Namun, setelah kalimat tauhid tidak lagi menjadi dasar negara, mereka pun hina dan tak berdaya. Negeri kaum Muslim hingga kini tetap terjajah, setelah kalimat tauhid itu dicampakkan dari kehidupan bernegara pasca runtuhnya Khilafah.

Kalimat tauhid itu masih ada, tapi hanya digunakan pada ibadah mahdhah saja. Selebihnya mereka campakkan.

Allah SWT berjanji memberi kekuasaan kepada Mukmin yang beramal shalih, jika mereka menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dengan apapun [QS 24: 55]. Artinya, mereka harus benar-benar mentauhidkan Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Bukan sembarang kekuasaan, tetapi kekuasaan yang Allah titahkan. Itulah #Khilafah Rasyidah, yang akan mengakhiri penjajahan dan mengembalikan kemuliaan umat.

Termasuk Kategori : Dunia Muslim
0 Komentar untuk "Ironi Setelah 71 Tahun Kemerdekaan"

Back To Top