Cinta yang lebih istimewa

BACA JUGA :


Taukah kamu, ada sebuah cinta yang jauh lebih istimewa, cinta yang jarang sekali diungkapkan oleh para pujangga, tidak juga menggema diantara lautan manusia yang terpesona oleh hiruk-pikuk asmara dan cinta buatan yang digaungkan dalam jutaan film bertemakan cinta dan romantisme picisan.

Ya, sebuah cinta yang begitu istimewa. Bukan lagi sekedar cinta antara romeo dan juliet, layla dan majnun, atau sederetan nama lain yang bisa kita temukan ditengah lautan sastra dan buku-buku novel yang menggunung tinggi di sudut hati para pereguk asmara.

Ini bukan tentang sepasang kekasih yang memadu rindu dan asmara dalam balutan cinta penuh egoisme yang menyebabkan seluruh manusia terpaksa mengontrak didalam dunia yang mereka aku-aku milik mereka berdua.

Bukan juga tentang rindu tak berbalas yang menyebabkan sang perindu mengakhiri nafasnya dalam alunan lagu nan syahdu dan menyayat hati ditengah kesepian dan penantian akan kekasih yang tak kunjung tiba.

Apalagi tentang pencinta galau yang asik bertepuk tangan sendirian kemudian berlari-lari gila dan mengakhiri hidupnya dengan penuh kebodohan hanya karena ia sadar bahwa ia bertepuk sebelah tangan.

Bukan...ini bukan tentang cinta semacam itu....

Ini tentang cinta yang mampu mengubah dunia. Cinta yang mampu membangun peradaban. Cinta yang mendalam dan penuh makna. Cinta yang mampu menjadi pelajaran bagi para pengembara yang tersesat dalam hiruk pikuk dunia yang penuh tipu daya.

Ya...sebuah cinta yang tergambar indah didalam percakapan Ali dengan anaknya Husein, cinta yang terbalut mesra dalam pemberian dan kerelaan Salman pada Abu Darda, cinta yang mampu membangun Abdullah bin Abu Bakr menjadi seorang pejuang yang lebih tangguh, dan cinta yang melahirkan generasi-generasi luar biasa seperti Umar bin Abdul Aziz.

Cinta yang bergerak keatas, cinta yang melangit, yang tertuju pada Sang Kekasih Abadi, untuk kemudian kembali turun ke bumi dan mewarnai hati para pengembara dengan jutaan warna indah nan mempesona tanpa harus kehilangan izzahnya.

Katakan padaku, cinta seperti apa yang mampu membuat seorang sahabat merelakan harta dan cintanya untuk sahabatnya?

Cinta seperti apa yang mampu membuat dua orang yang saling mencinta rela berpisah karenanya? Sampai mereka dikumpulkan kembali di kemudian hari dengan jiwa yang lebih tangguh.

Cinta macam apa yang mampu mengumpulkan begitu banyak cinta didalam hati seorang pengembara tanpa ia harus terpenjara karenanya.

Cinta macam apa? Yang alih-alih memenjarakan sang pencinta justru malah membebaskannya sehingga ia mampu membumbung tinggi ke langit yang tertinggi.

Kalau bukan cinta yang bermula dari cinta kepada Allah, Sang Maha Cinta yang rahmatNya meliputi seluruh alam dan segenap isinya.

Ya, hanya cinta yang merupakan cabang dari cinta pada Allah lah yang bisa memberi warna demikian, yang mampu mengubah orang asing menjadi saudara yang amat dicintai. Menjadikan seorang egois mampu mencintai saudaranya layaknya ia mencintai dirinya sendiri. Dan menguatkan jiwa-jiwa yang diambang kematian untuk kemudian lebih mendahulukan sahabatnya daripada dirinya sendiri.

Sahabat, bacalah sejarah, baca kisah-kisah pendahulu kita, para sahabat Rasulullah yang mulia. Bacalah bagaimana cinta yang mulia ini mampu mengubah jiwa-jiwa mereka. Dari manusia-manusia yang bergelimang kehinaan dunia menjadi manusia-manusia luar biasa yang mampu mengguncangkan dunia, membuat sejarah baru, dan membangun peradaban yang mampu bertahan selama ribuan tahun.

Rasulullah diutus ditengah bangsa yang jahil. Yang menjadikan perang sebagai kegiatan rutin, mengubur anak perempuan sebagai sebuah kewajaran, dan saling menyakiti sebagai sebuah kebiasaan.

Maka lihatlah apa yang terjadi pada mereka yang diangkat dari jelaga penuh lumpur dosa menuju naungan cahaya yang tiada habis-habisnya. Hingga mengangkat mereka pada kedudukan yang sangat mulia, sebagai umat yang terbaik. Serta menancapkan cinta yang mulia ini dengan kokoh di hati-hati mereka.

Lihatlah bagaimana mereka menempatkan cinta pada Allah diatas segala-galanya, dan mencintai s elainNya karena cinta kepadaNya. Ya....mereka mencintai selain Allah bukan karena cinta mereka atau karena selainNya, namun karena Allah mencintainya. Itulah kenapa generasi ini begitu luar biasa, mereka menempatkan cintanya seperti apa yang Allah mau. Bukan seperti apa kata sinetron, film, novel, dan iklan-iklan yang menggemakan cinta sebagai sarana untuk menjual komoditi dan mendulang keuntungan dari orang-orang bodoh yang tertipu karenanya.

Ya, cinta yang begitu indah yang tergambar dengan jelas pada sabda Rasulullah tercinta.

“Permisalan kaum mukminin dalam saling mencintai, saling menyayangi, dan saling berlemah lembut seperti satu tubuh; apabila salah satu anggotanya sakit maka menjadikan seluruh tubuhnya demam dan tidak bisa tidur,” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Ya, inilah cinta itu sahabat. Cinta yang lebih istimewa dari cinta-cinta yang digadang-gadang sebagai puncak keindahan dunia oleh para penikmat asmara yang tertipu oleh gemerlapnya hiasan dunia. Cinta yang agung, yang membumbung tinggi ke langit tertinggi dengan kepakan sayap iman. Cinta yang tumbuh dihati orang-orang mukmin karena cintanya kepada Allah azza wa jalla.

Cinta yang sama yang kuharapkan tumbuh dihatiku dan hatimu, kemudian membangun kita menjadi seorang pencinta sejati yang mencintai saudara seimannya layaknya cintanya pada diri sendiri. Bukan lagi sekedar cinta yang kita gaung-gaungkan di setiap percakapan dan dinding sosial media dengan ribuan gambar ilustrasi dan perkataan bahwa kita cinta, namun hati kita masih merasa bahwa hanya kita yang layak dicintai.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini, telah berkumpul karena cintaMu, dan berjumpa dalam ketaatan padaMu, dan bersatu dalam dakwahMu,
dan berpadu dalam membela syariatMu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya, dan kekalkanlah cintanya, dan tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup, dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepadaMu, dan indahnya takwa kepadaMu, dan hidupkan ia dengan ma'rifatMu, dan matikan ia dalam syahid di jalanMu.

Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Aamiin...

Zulfikri
Tangerang, 4-10-16

posted from Bloggeroid

0 Komentar untuk "Cinta yang lebih istimewa"

Back To Top