Ada Udang dibalik Batu, Ada Kristenisasi dibalik Donasi

BACA JUGA :

Saat itu teman-teman Putri—bukan nama sebenarnya—mengatakan bahwa Putri sering pergi ke gereja. Kata mereka sebulan sekali, gadis kelas 8 SMP ini pergi ke gereja untuk mengambil uang bantuan sebesar Rp 100.000, dari kakak asuh di sebuah gereja di Cianjur. Usut punya usut, ternyata bukan hanya Putri yang sering mengambil bantuan tersebut, ada satu temannya lagi kelas 8, dan dua anak kelas 6 SD. Dan mereka berempat sudah sekitar 2 tahun pergi ke gereja. Astaghfirullah...

Ini hanya sepenggal kisah nyata upaya “Kristenisasi” terselubung yang dilancarkan para misionaris untuk memurtadkan kaum muslim. Modus memberi bantuan, yang memang dipilih anak-anak dari keluarga tak mampu, kerap dijadikan program utama mereka.

Benarkah hal di atas upaya Kristenisasi?

Untuk menjawabnya, silakan baca dan simpulkan sendiri paparan di bawah ini :

Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1979 tentang Tata cara Pelaksanaan Penyiaran Agama dan Bantuan Luar Negeri kepada Lembaga Keagamaan di Indonesia.

Pada Bab III tentang Tata Cara Pelaksanaan Penyiaran Agama, Pasal 3 berbunyi:
“Pelaksanaan penyiaran agama dilakukan dengan semangat kerukunan, tenggang rasa, saling menghargai dan saling menghormati antara sesama umat beragama serta dengan dilandaskan pada penghormatan terhadap hak dan kemerdekaan seseorang untuk memeluk/menganut dengan melakukan ibadat menurut agamanya.”
Sementara itu, Pasal 4 berisi:
“Pelaksanaan penyiaran agama tidak dibenarkan untuk ditujukan terhadap orang atau kelompok orang yang telah memeluk/menganut agama lain dengan cara:
a. Menggunakan bujukan dengan atau tanpa pemberian barang, uang, pakaian, makanan dan atau minuman, pengobatan, obat-obatan dan bentuk-bentuk pemberian apapun lainnya agar orang atau kelompok orang yang telah memeluk/menganut agama yang lain berpindah dan memeluk/menganut agama yang disiarkan tersebut.
b. Menyebarkan pamflet, majalah, bulletin, buku-buku, dan bentuk-bentuk barang penerbitan cetakan lainnya kepada orang atau kelompok orang yang telah memeluk/menganut agama yang lain. c. Melakukan kunjungan dari rumah ke rumah umat yang telah memeluk/menganut agama yang lain.”
Keputusan itu mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. “Ditetapkan di: Jakarta. Pada tanggal: 2 Januari 1979. Menteri Dalam Negeri H. Amir Mahmud dan Menteri Agama H. Alamsjah Ratu Perwira.”

Sumber : arrahmah.com
Termasuk Kategori : Dunia Muslim
0 Komentar untuk "Ada Udang dibalik Batu, Ada Kristenisasi dibalik Donasi"

Back To Top