Terima kasih istriku, terima kasih anakku

BACA JUGA :

 

Hari ini, 5 Februari, menurut perhitungan miladiyah, aku genap 41 tahun menjalani kehidupan fanaku di dunia. Sebuah rentang waktu yang panjang untuk menjadi atau setidaknya berharap menjadi seorang manusia yang mampu memimpin dirinya, menjadi suami yang mampu membawa istrinya menuju penghambaan sempurna kepada Rabb-nya, menjadi ayah yang mampu membimbing buah hati, menjadi insan-insan penghamba Allah Al Musta’an.

Ya.. itu harapku, itu dambaan jiwaku. Namun ternyata terjal jalan menuju cita-cita ideal ini. Menjadi pribadi BAKU-baik dan kuat, tak semudah membalikkan tangan. Penuh pergolakan, penuh godaan

Untuk istriku....
Indah perjalanan kita selama 17 tahun mengayuh perahu rumah tangga ini. Kepahitan di masa lalu, menjadi indah di masa ini. Hantaman gelombang yang hampir menenggelamkan perahu kita, menjadi kenangan penuh makna di masa ini. Semua telah kita lewati...dan akan selalu kita hadapi.

Untuk anak-anakku...
Jadilah pribadi setegar Al Fatih sang penakluk kedoliman. Jadilah pribadi lembut, kuat, dan teguh laksana Fatimah Azzahra, putri Rasulullah. Jadilah dirimu sendiri yang dibaluti contoh-contoh teladan tokoh-tokoh Islam, mereka ridho terhadap Allah dan Allah pun meridhoi mereka.

Akhirnya....
Semoga kebersamaan dalam ketaatan, membawa kita bersama-sama menjadi penghuni jannah.....

Terima kasih istriku...terima kasih anakku...
Termasuk Kategori : Cerita Kang Deni
0 Komentar untuk "Terima kasih istriku, terima kasih anakku"

Back To Top