Dampak Pendidikan Sekuler, Melekatkan Ciri Kemunafikan

BACA JUGA :



Membiarkan sekulerisasi pendidikan sama saja mencerabut keberkahan ilmu dari pola pikir manusia, akibat tersingkirkannya wahyu sebagai otoritas akademik. Pemikiran yang jauh dari wahyu tentu berpengaruh pada pola sikap dan kepribadiannya secara keseluruhan.

Di sisi lain, sekulerisasi ilmu pengetahuan juga memfasilitasi tsaqofah asing merasuki benak kaum terpelajar. Sehingga wajar hari ini kaum munafik di tengah umat benar-benar nampak, karena tsaqofah asing yang bertentangan dengan Aqidah Islam adalah bahan bakar kemunafikan.

Inilah kenapa dikala mayoritas umat membela Quran dan murka dengan penistanya, para cendekia ini justru membela penista Quran atas nama pluralisme dan toleransi.

Prof. Naquib al-Attas merumuskan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan orang yang baik. Siapakah manusia yang baik atau beradab itu?

Dalam pandangan Islam, manusia seperti ini adalah manusia yang kenal akan Tuhannya, tahu akan dirinya, menjadikan Nabi Muhammad ﷺ sebagai uswah hasanah, mengikuti jalan pewaris Nabi (ulama) dan berbagai kriteria lainnya.

Di poin inilah kegagalan pendidikan modern yang berasaskan sekulerisme, karena gagal menghasilkan manusia-manusia beradab. Pendidikan Barat telah melekatkan ciri kemunafikan bahkan sejak karakter mendasarnya.

Demikianlah, ternyata erat sekali hubungan antara mengakarnya sekulerisasi pendidikan di Indonesia dengan kemunculan kaum munafik. Hal ini karena pendidikan sekuler ala Barat sungguh telah memusnahkan wahyu sebagai ilmu tertinggi dan luhur yang harus dipahami setiap Muslim, sehingga merusak kepribadian Islam para pembelajar.

Sekulerisasi ilmu pengetahuan sudah menjelma menjadi musuh dalam selimut umat Islam yang menggerogoti keimanan dan identitas umat, sehingga suburlah kemunafikan di tengah kaum terpelajar dengan banyak wajah dan kategori.

Termasuk Kategori : Dunia Sekolah, tsaqafah
0 Komentar untuk "Dampak Pendidikan Sekuler, Melekatkan Ciri Kemunafikan"

Back To Top