Takziyah Atas Wafatnya KH Jalaludin Mahally, Pimpinan Ponpes Al Istiqlaal Al Islamy Cianjur

BACA JUGA :


Ahad, 9 April 2017, pukul 05.00, Cianjur kehilangan salah seorang ulama terkemuka. KH Jalaludin Mahally, pimpinan Pondok Pesantren Al Istiqlaal Al Islamy, telah menghembuskan nafas terakhirnya untuk menghadap Allah Rabbul 'Izzati. Mama Cicantu, demikian beliau disebut, memang menderita sakit sekian lama.Denikurnia.com berkesempatan melakukan takziyah, menyolatkan dan ikut juga mendoakan. 

Masya Allah ! Sungguh pemandangan yang mengibakan. Komplek Ponpes dipenuhi ribuan pelayat, bahkan sampai ke jalan raya, sehingga terjadi kemacetan. Ribuan orang mensholatkan dan mendoakan almarhum. Ya..itulah ibrah dari Allah. Siapapun yang berilmu, Allah mengangkat derajatnya ke tingkatan atas. Siapapun yang bermanfaat bagi sesamanya, Allah pun akan mengangkat derajatnya.

Selamat jalan Mama ! " Allohummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu"


SEKILAH PONDOK PESANTREN Al Istiqlaal Al Islamy

Ponpes Al Istiqlaal Al Islamy merupakan salah satu pesantren yang berusia tak kurang dari 50 tahun dan terbilang cukup sukses mengelola pesantrennya dengan jumlah santri yang tidak sedikit dan masih konsisten mempertahankan kesalafiyahannya.
Pondok Pesantren Al Istiqlaal Al Islamy berdiri sejak 1958, beralamat di Jalan Raya Bandung Km 11 Kampung Cicantu Desa Hegarmanah Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur yang di pimpin oleh KH. Jalaluddin Mahally seorang Kyai sepuh berusia 86 tahun dan akrab di sapa “Mama” (panggilan khas Jawa Barat untuk Kyai sepuh. Red)
Meski terbilang sudah cukup tua, tapi sosok Mama Kyai yang bersahaja ini masih begitu semangat dalam mengamalkan ilmu dengan mengajar langsung para santri, diusia ini dirinya masih mampu mengisi kegiatan-kegiatan rutinnya seperti pengajian alumni, rutinan ikhwan, rutinan akhwat dan pengajian sehari hari santri.
Menarik saat mendengarkan kisah bagaimana Kyai ini mulai menimba ilmu dan selesai pada tahun 1958 di Banjar Sari, Keresek Garut, Kudang limbangan Garut, dan di Ciharashas Cilaku Cianjur. Dan memulai mendirikan pesantren tahun 1962  bersamaan dengan kondisi keamanan indonesia pada saat itu sedang dikuasai PKI, keselamatan bahkan nyawa para Kyai sendiri seringkali sangat terancam saat itu dan sudah menjadi target operasi yang harus dibunuh oleh PKI karena dianggap menjadi penghalang.
Namun atas pertolongan Allah dirinya selamat sampai sekarang dan tidak kurang suatu apapun. Kyai kelahiran Garut ini sadar betul bahwa tidak mudah mempertahankan sebuah pesantren salafi ditengah-tengah gencarnya pembangunan pabrik-pabrik di sekitar wilayah ini,  dimana minat masyarakat terhadap pesantren salafiyah jadi sangat terpengaruh oleh hal tersebut, terbukti tak sedikit pesantren yang santrinya berbelot meninggalkan pesantren dan memilih menjadi karyawan pabrik.
Namun berkat keyakinan dan kegigihannya, pesantren ini dapat bertahan dengan jumlah santri saat ini tak kurang dari 300 orang yang berasal dari berbagai kota, begitupun dengan alumni yang sudah tersebar membentang dari Banten sampai Berebes yang kemudian oleh persatuan alumni Al-Istiqlal dibagi menjadi 12 Kordinator wilayah.
Dalam perjalanannya berbagai tawaran datang kepada pesantren ini supaya merubah sistem kesalafiyahannya dan memadukan dengan pendidikan formal dengan diiming-imingi bantuan dan semacamnya, namun dengan tegas Sang Kyai menolak dengan alasan “saya dulu tidak sekolah dan hanya mengenyam pendidikan di Pesantren dan saya tidak akan mengganti kesalafiyahaan pesantren ini”, terangnya.
Meski tidak ada bantuan dari pemerintah pesantren yang murni salafiyah ini masih tegak berdiri bahkan terus berkembang diatas tanah seluas 1,5 hektar dengan fasilitas yang ada dan terbilang cukup, tidak ada biaya pendidikan yang diberlakukan pada santri-santrinya, paling santri patungan sendiri untuk makan dan bayar listrik. “Dengan bermodalkan tawakal kepada Allah alhamdulillah pesantren ini masih tetap bertahan sampai dengan hari ini, karena tawakaltu al Allah adalah kuncinya”, pungkas sang Kyai. Sumber profil :  Beritalangitan.com
Termasuk Kategori : Dunia Muslim, Idola Muslim
1 Komentar untuk "Takziyah Atas Wafatnya KH Jalaludin Mahally, Pimpinan Ponpes Al Istiqlaal Al Islamy Cianjur"

Back To Top