Stempel Kemunafikan : Yakinkah Terhadap Kebenaran Al Qur’an?

BACA JUGA :





Sambil menunggu maghrib, seorang teman aktivis gerakan dakwah bertanya, “ Yakinkah kamu terhadap kebenaran Al Qur’an? “. Mendengar pertanyaan begitu, hati saya rada terbakar juga, habis nadanya seperti menyepelekan keimanan saya yang aslinya memang lemah dan sering soak ini. Makanya saya segera balik bertanya dengan nada geram, “ Apa maksud kamu bertanya begitu? Ngeledek ya ?”

“ Lho, saya serius, nih! Ayo, jawablah sejujurnya!” desaknya.
“ Bukan Cuma yakin, tapi haqqul yakin!” teriak saya, gemas.
“ Oke. Saya suka dengan jawaban tegas kamu. Tapi jawaban kamu itu belum tentu jujur. Untuk menguji kejujuran jawabanmu itu, pertanyaan saya berikutnya adalah, SIAPKAH KAMU HIDUP BERDASARKAN AL QUR’AN YANG KAMU YAKINI KEBENARNNYA ITU?”

“ Siap sih siap, tapi….” Jawab saya tersendat.
“ Nah, jawaban yang ini baru jujur, sedangkan jawaban yang pertama tadi kamu dusta.” Mendengar begitu, saya hamper menghardiknya, tapi kawan saya itu segera bertutur lembut.
“ Sebentar kawan. Tariklah nafas dalam-dalam. Ingat, kita adalah sahabat. Mari kita berfikir tenang. Yang berdusta bukan cuma kamu sendirian, bahkan saya juga mungkin termasuk di dalamnya. Ketauhilah, kawan. Sekarang ini terlalu banyak orang mengakui kebenaran Al Qur’an, tapi bersamaan dengan itu mereka menolak keras atau enggan dan cenderung bermalas-malasan untuk mengamalkan dan mewujudkan Al Qur’an dalam kehidupan kesehariannya. Sekedar omong sih pintar, bahkan dengan cara yang sangat cerdas dan bising pula. Tapi begitu disuruh beramal, mereka tiarap dan seluruh panca inderanya seketika sakit-sakitan tak berdaya”.

“Inilah penyakit kronis yang diderita ummat hari ini, yakni lain di mulut, lain di  hati, lain pula di perbuatan. Cap apalagi yang layak disandang oleh perilaku tak terpuji seperti itu selain stempel kemunafikan di jidatnya.”

Duh! Saya tercenung dan tak berkutik dibuatnya.

( Kiriman Ust. Aceng R Saifullah, Garut )
Termasuk Kategori : Cerita Kang Deni
0 Komentar untuk "Stempel Kemunafikan : Yakinkah Terhadap Kebenaran Al Qur’an?"

Back To Top