Dipuji Tak Terbang, dimaki Tak Tumbang

BACA JUGA :

Ada sebuah ungkapan menarik dari Ustad Agung, ketika memberikan materi di Sanlat Remaja Ideologis Al Muhajirin beberapa waktu lalu. Ungkapannya, "Dipuji Tak Terbang, Dimaki Tak Tumbang".

Setelah direnungi, dalam juga maknanya. Dua hal tersebut menjadi gambaran pribadi tangguh, yang dalam menjalankan aktivitas  kebaikannya, tak memerlukan penilaian manusia.

Apa yang ia yakini benar menurut syari'at, ia lakukan. Apapun yang dikatakan orang, apakah mereka memuji, atau sebaliknya, mengkritik, mencaci, memaki. Pribadi tangguh tak memperdulikannya.

Dua hal di atas juga menjadi prasyarat majunya seseorang. Ketika ia berhasil, ia sandarkan semuanya kepada Allah. Ketika orang memuji, maka pujian itu tak membuatnya tinggi hati. Ia sadar, semua keberhasilan dari Allah.

Begitu juga sebaliknya, ketika ia menemui kegagalan, ketika dicemooh
dicaci, tak menjadikannya tumbang, apalagi putus asa. Ia yakin benar,
kegagalan adalah bagian dari skenario Allah untuk keberhasilannya.

Dipuji tak terbang, dicaci tak tumbang.
Termasuk Kategori : Cerita Hikmah
0 Komentar untuk "Dipuji Tak Terbang, dimaki Tak Tumbang"

Back To Top