Hari itu Nyaris Dekat

BACA JUGA :



Tandanya sudah  ada,
Tinggal kitanya, siap atau tidak.

Resah disertai takut, sesekali menyergap,
Karena amal yang dikerja, merasa belum sempurna.


Tak perlu kubayangkan tiupan sangkakala,
Tanda yang sekarang dirasa saja, membuat rasa takut kian menjelma.


Sebagian tanda, telah kurasa,
Penikmat musik kian merajalela,
Minuman pembuat tak sadar, ada di mana-mana,
Wanita dan laki-laki, nyaris tak bisa dibeda,
Kekacauan, hampir setiap hari ada.

Belum lagi,  alam yang indah ini, mulai berulah dengan leluasa,
Gempa...
Tsunami...
Badai...
Angin...
Ah, saat alam mulai berulah, tak ada yang bisa menghentikannya,

Teknologi tak ada artinya,
Alat canggih sejagat, tak berrguna,
BMKG, hanya bisa menerka,
Apalagi kita? Manusia kecil yang ilmunya pun tak sampai kesana.

Semua tak ada yang bisa mengehntikannya, selain yang menciptakannya, Allah Sang Maha Pencipta.

Apalagi setelah ini?
Masih kah rasa sombong menjadi penghias diri?
Masihkah kebahagiaan dunia, menjadi tujuan abadi?

Sadarlah duhai diri!
Hari yang dijanjikan itu, nyaris dekat!
Sudah siapkah ?
Atau masih... Ah, sudahlah!.

Khansa S@F 
Bumi, 17 Juli 2017 21:14 Wib
Termasuk Kategori : Daarut Tauhiid, Puisi Hidup
0 Komentar untuk "Hari itu Nyaris Dekat"

Back To Top