Jangan Tanggapi Serius Tulisan Ini

BACA JUGA :

Belajar agama serius aja bisa salah kok, apalagi belajar agama nggak serius, jelas masalah. Ya kalau kamu nggak serius belajar agama mbok yao jangan suruh lainnya ikutan
Jangankan kebaikan, maksiat aja kalau nggak serius nggak jadi kok. Lha ini, dalam kebaikan malah diminta nggak usah terlalu serius, apa yang mau dicapai kalau begitu?
Meremehkan yang sunnah aja dosa, apalagi meremehkan yang wajib, lah perkara belajar agama ini kan perkara wajib, fardhu ain, sesuatu yang mesti diketahui semua Muslim
Padahal matematika yang nggak dihisab, fisika yang juga gak dihisab, ekonomi yang juga gak dihisab, itu aja serius banget belajarnya, pake les-les tambahan lagi
Lah ini, ilmu agama, isinya tentang aqidah, syariat, fiqih, dan segala sesuatu yang akan Allah hisab, malah dihimbau nggak usah diseriusi, lha maunya gimana?
Apalagi dikait-kaitkan kalau serius beragama malah menjadikan esensi cinta dan kasih jadi hilang, nah ini mungkin pernyataan akibat dulu belajar agamanya nggak serius
Padahal semua tahu, contoh cinta dan kasih paling utama itu Rasulullah Muhammad, dan beliau yang menyuruh kita agar serius dalam agama, serius dalam ketaatan
Justru kalau orang serius beragama, dia akan makin hargai manusia, cinta dan kasih dari Allah dia tebar pada manusia, karena hakikat dakwah itu adalah cinta
Saya misalnya, baru punya konsep mencintai orangtua ketika saya Muslim dan menaati syariat, baru paham cara mencintai manusia ketika saya menjadi seorang Muslim
Di dalam Islam itu, akhirat lebih utama daripada dunia, jadi kalau di dunia aja serius, urusan akhirat harusnya lebih serius. Jadi bersungguh-sungguh dan seriuslah belajar
Imam Syafi'i juga berpesan pada kita tentang 6 syarat belajar: Serius, semangat, berakal, dibimbing oleh guru, dengan bekal yang cukup, dan waktu yang lama
Ini tulisan nasihat biasa, nggak usah dianggap terlalu serius, jadi nggak usah muring-muring. Wong saya pas dapet kabar tentang ini juga biasa aja kok, nggak tak anggep serius 😆😆😆 

Felix Siauw


Termasuk Kategori : Cerita Kang Deni
0 Komentar untuk "Jangan Tanggapi Serius Tulisan Ini"

Back To Top