Kebaikan, harus Menurut Aturan Allah SWT

BACA JUGA :

Kebaikan, sebuah kata yang sudah akrab di telinga kita. Ia menjadi perwujudan dari rangkaian perilaku, yang diterima di masyarakat. Kebaikan, biasanya diukur dengan norma, adat, yang berlaku di sebuah komunitas. Bagaimana ukuran kebaikan menurut Islam?

Kebaikan dalam Islam, diistilahkan dengan banyak kata. Disebut, hasanah, al khoir, al birr, karimah, mahmudah, atau thoyyibah. Semua bermakna kebaikan, walau beda konteks.

Dalam Islam, kebaikan diukur dengan syari'at, bukan berdasar fikiran dan konsep manusia. Konsep kebaikan menurut manusia biasa didasarkan pada asas manfaat dan mudhorot. Kebaikan dalam Islam, didasarkan pada dalil yang jelas, yakni Al Qur'an dan Hadits.

Ketika Allah mengatur hukum bagi manusia, pasti itu untuk kepentingan manusia, baik itu larangan maupun perintah-NYA. Semua perangkat aturan (wajib, sunnah, mubah, makruh, atau haram) ditujukan untuk kebaikan manusia.

Jadi, untuk mengukur baik dan buruk, harus ada dalam bingkai syari'at, Al Qur'an dan As Sunnah.
Termasuk Kategori : al Qur'an
0 Komentar untuk "Kebaikan, harus Menurut Aturan Allah SWT"

Back To Top